logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Oktober 2007 KEDU & DIY
Line

Jelang Lebaran, Penghuni RSJ Meningkat

YOGYAKARTA - Menjelang Lebaran, tingkat hunian Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia meningkat. Sebab, banyak keluarga pasien yang tidak mau terganggu aktivitasnya. Karena itu, mereka menitipkan saudara atau anggota keluarga yang sakit ke RSJ.

Menurut Direktur RSJ Grhasia Yogyakarta dokter Andung Prihadi Santoso, kemarin, sebagian pasien memang benar-benar membutuhkan perawatan dan jumlahnya cukup banyak. Namun, kata dia, sebagian lagi adalah pasien yang tidak perlu rawat inap tetapi sengaja dititipkan oleh pihak keluarga. Jumlahnya juga banyak. "Setiap mendekati Lebaran, situasinya selalu seperti ini. Rupanya banyak yang tidak nyaman atau merasa malu jika memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa," ujarnya.

Oleh sebab itu, mulai tahun 2007, pihaknya memperketat pasien yang akan rawat inap. Jika bisa dirawat di rumah atau tidak layak menjalani rawat inap, RSJ akan mengambil sikap tegas menolak pasien tersebut.

Sebelum dirawat inap, kata dia, pasien akan diperiksa oleh dokter maupun petugas paramedis. Hal ini dimaksudkan agar pasien yang tinggal di rumah sakit itu adalah orang yang betul-betul membutuhkan perawatan.

Lebaran tahun lalu, menurut dia, RSJ dengan layanan 177 rawat inap itu terisi penuh. Kini, dua minggu menjelang Lebaran 2007, jumlah pasien rawat inap sudah mencapai 143 orang.

"Meski aturan sudah kami perketat, tetap saja ada yang menginginkan anggota keluarga dirawat di rumah sakit," katanya.

Dari jumlah tersebut, 106 pasien di antaranya berasal dari kalangan keluarga miskin. Sisanya atau 37 pasien, berasal dari kalangan menengah ke atas. (sgt-72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA