| Selasa, 02 Oktober 2007 | EKONOMI |
Pekerja Informal Ikut Jamsostek MeningkatSEMARANG- Jamsostek Kanwil V Jateng-DIY telah membayarkan jaminan pada segmen tenaga kerja luar hubungan kerja di sektor informal sebesar Rp 305,14 juta untuk 40 kasus. Sedangkan untuk pembayaran kepada perseorangan informal sebanyak Rp 180,28 juta untuk 15 kasus. Segmen ini merupakan lahan garapan baru Jamsostek untuk mendongkrak jumlah kepesertaan. Kepala Bagian Pengendalian Operasi Jamsostek Kanwil V, S Dwi Saputra, mengatakan minat masyarakat untuk keanggotaan di sektor ini terbilang tinggi. Mereka adalah kalangan yang tidak mendapat perlindungan kerja karena tidak terikat dengan perusahaan tertentu. Hingga kini kelompok pekerja informal yang sudah menyatakan keikutsertaannya antara lain pedagang pasar, PKL, pedagang mi bakso, nelayan, dan tukang ojek. ''Baru-baru ini kami juga mencoba menggandeng kalangan guru swasta. Mereka menjadi anggota dengan membayar iuran Rp 7.000-an dan bisa mendapatkan program kecelakan kerja atau jaminan hari tua,'' katanya Senin (1/10) dalam program Semarang Forum di Hotel Horison. Saat ini pihaknya memang agresif dalam mengembangkan produk tersebut. Hingga Agustus 2007 pencapaian kepesertaan sektor informal ini sebanyak 11.498 tenaga kerja. Sementara target pencapaian yang dipatok hingga akhir tahun ini mencapai 11.000 tenaga kerja. Dijelaskan kesadaran masyarakat terhadap produk perlindungan kian meningkat. Kondisi tersebut memengaruhi minat untuk memiliki jaminan perlindungan. Di samping sektor informal, Jamsostek juga memiliki program khusus jasa konstruksi yang membidik pekerja di proyek-proyek konstruksi. Banyaknya proyek yang sudah dirangkul sebanyak 4.285 buah dengan peserta 180.534 tenaga kerja. Secara umum akumulasi kepesertaan Jamsostek Kanwil V sebanyak 15.252 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 1,4 juta orang. Total jaminan yang sudah dibayarkan Rp 157,84 miliar dengan 47.539 kasus. (H22-59 ) |