SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 01 Oktober 2007

Seperti biasa, setiap menjelang lebaran tiba perampokan kembali menyeruak di mana-mana. Pembaca bisa mencoba membalik-balik catatan seperti juga yang kami lakukan, setiap menjelang lebaran keadaan hampir selalu sama. Bulan Ramadhan tiba, kecenderungan konsumtif bertambah, toko emas ramai dikunjungi orang, antrean di bank memanjang, dan biasanya pula show room motor dan mobil semarak. Nah, bersamaan dengan itu, sebagian kecil di antara masyarakat ada yang tidak bisa mengendalikan nepsu melik karena barangkali juga ingin seperti yang lain.

Bedil pun menyalak tak tertahan di Myanmar. Darah tertumpah, dan para biksu menjadi saksi dari keberingasan junta militer untuk mempertahankan kekuasaan, tentu dengan caranya yang khas: berbicara dengan senjata ketimbang berdialog. Menekan rakyat agar terperangkap ke dalam ketakutan daripada membuka keran kebebasan hak asasi manusia (HAM). Korban sipil - dari kalangan rohaniwan dan rakyat prodemokrasi - berjatuhan. Kerusuhan yang sangat, sangat memedihkan. Jiwa manusia tak berharga di hadapan nyala syahwat kekuasaan. Demokrasi tertindih oleh alunan senapan pencabut nyawa.

Perlakuan diskriminatif atas dasar perbedaan apa pun merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Stigmatisasi terhadap seseorang atau sekelompok orang merupakan hukuman seumur hidup yang akan menumbuhkan dendam generasi.

CARA berpikir orang Jawa berbeda dari cara berpikir orang Barat, karena perbedaan filsafat hidup yang mendasarinya. Filsafat Jawa, seperti filsafat peradaban Timur lainnya, berintikan ketajaman perasaan (rasa), bersifat deskriptif dan simbolik, berbicara mengenai pencapaian kebijaksanaan (wisdom).

PEREKRUTAN mahasiswa baru oleh perguruan tinggi (PT) elah usai. Perguruan tinggi negeri yang memiliki brand image mampu menguras lulusan SMA memasuki perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi negeri tidak lagi mempertimbangkan ratio dosen dan mahasiswa sebagai ratio penjamin kualitas pembelajaran,...

Mencermari Surat Pembaca berjudul "Dicari Ratu Adil" oleh Mas Suprayitno Jl Tlogomukti Timur I/878 Semarang beberapa waktu lalu, telah berhasil mengetuk hati saya. Kepedulian saya bertambah terhadap negara yang kaya dengan berbagai harta baik berupa hutan, laut dan aneka tambang yang sungguh menjanjikan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA