| Senin, 01 Oktober 2007 | RAGAM |
Gurami, Berdaging Tebal dan GurihGURAMI (Osprhonemous gouramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dipilih petani untuk dipelihara. Ia berkembang biak secara alami, mudah dipelihara (pemakan apa saja), dan bisa hidup di air yang tergenang. Selain itu, gurami dapat di-perdagangkan sejak dari telur umur 1 hari, benih yang baru menetas, atau sebagai ikan konsumsi. Tak heran kalau ia menjadi ikan air tawar terpopuler di Indonesia. Dagingnya yang tebal dan gurih membuat orang makin menyukainya. Panjang tubuh gurami bisa mencapai 65 cm, dengan bo-bot 10 kg lebih. Ia bisa hidup di daerah tropis pada ketinggian 0-800 meter dari permukaan laut. Pertumbuhan-nya bisa optimal, jika dipelihara dalam kolam dengan temperatur air 24-28 derajat Celcius, serta derajat keasaman (pH) air 6,5-7,8. Gurami bisa menyesuai-kan diri dan tumbuh normal pada perairan dengan kandungan oksigen rendah (kurang dari 3 ppm). Sebab ikan ini memiliki alat pernapasan yang disebut labyrinth. Persiapan Kolam Budidaya gurami tidaklah sulit. Langkah awal adalah menyiapkan kolam. Anda bisa membuat kolam baru, bisa juga mengolah tanah usai panen. Jika membuat kolam baru, konstruksi harus dibuat kuat dan kokoh. Bentuk kolam umumnya sama dengan ikan lain. Ukuran kolam tergantung kemampuan modal dan luas lahan. Dindingnya dirancang agar tidak mudah bocor atau terkikis. Kemiringannya 60 derajat dari dasar kolam. Kualitas tanah yang baik akan menciptakan kondisi lingkungan yang layak untuk gurami. Karena itu, keasamannya harus dipertahankan. Caranya dengan menabur 100 gram kapur dan 200 gram garam dapur untuk setiap meter persegi luas kolam. Setelah jadi, kolam diisi air secara bertahap. Setelah tingginya 20 cm, saluran air ditutup. Taburkan pupuk kandang, seperti kotoran ayam sebanyak 500 g/m2. Tujuannya untuk menumbuhkan plankton. Air dibiarkan menggenang selama beberapa hari, agar terjadi proses dekomposisi atau penguraian. Beberapa hari kemudian, air berubah menjadi hijau. Ini pertanda bibit plankton sudah ada. Tebar Benih Masukkan air secara bertahap hingga mencapai tinggi 60-80 cm. Untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami, masukkan pupuk buat-an seperti SP-36 (20 gram/m2). Diamkan 5-7 hari hingga warna air berubah menjadi hijau segar. Saat itu benih sudah siap ditebar. Penebaran dilakukan pagi atau sore hari. Setelah benih ditebar, diadakan pembenihan. Pembenihan hanya me-nyediakan benih sebesar kuku atau ukuran 2-3 cm. Modalnya hanya sepasang induk, kolam perkawinan, sarang telur, dan akuarium untuk penetasan dan perawatan. Induk siap kawin dimasukkan ke kolam. Sarang dan ijuk untuk melekatkan telur diletakkan di pinggir. Keesokan hari dicek. Jika sudah berisi telur, angkat lalu dimasukkan ke akuarium. Sehari kemudian, telur sudah menetas. Dalam tahap pembesaran, perlu diperhatikan kesehatan benih. Waspadai kondisi lingkungan kolam. Perawatan dan pengontrolan harus dilakukan setiap hari. Pemberian garam secukupnya setiap bulan bisa mencegah berbagai penyakit. Pembesaran memerlukan waktu 90-100 hari untuk menghasilkan ikan ukuran konsumsi, 500 gr/ekor. Kalau berharap bobot lebih dari 2 kg, Anda harus menunggunya setahun lebih. (Dela SY, dari berbagai sumber-32) |