logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Memulai Senantiasa Jadi Musuh Penulis Pemula

BAGAIMANA membuat sebuah tulisan yang baik? Pertama tergantung dari cara memulainya. Kedua, bagaimana mengorganisasi ide atau gagasan yang ada, dan yang terakhir bagaimana mengemas ide tersebut menjadi sesuatu yang beda dan menarik.

"Biasanya untuk memulai menuangkan gagasan yang sudah ada dalam otak, adalah musuh para pemula," kata Amir Machmud NS, Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, dalam Sarasehan Jurnalistik Ramadan putaran terakhir di Masjid Agung Jawa Tengah, Minggu (30/9). Sebelumnya kegiatan ini digelar di Pesantren Al Iman, Bulus, Purworejo dan Pesantren Al Amin, Pabuaran, Banyumas.

Dalam sarasehan yang bertajuk "Membudayakan Menulis di Kalangan Santri" itu, sekitar 300 orang remaja yang terdiri atas santriwan, santriwati pondok pesantren di Semarang serta Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah tersebut berkumpul.

Mereka tampak begitu antusias menyimak penjelasan dari para penyampai materi. Di antaranya ada Sudarto dan A Zaini Bisri, keduanya Redpel koran ini.

Lebih lanjut Amir mengatakan, dalam mengorganisasi sebuah ide dibutuhkan referensi yang cukup. Selain itu, apa yang ditawarkan dalam sebuah tulisan haruslah eksklusif atau belum dimiliki media lain. "Belum tentu seseorang yang pandai berbicara akan mampu melahirkan tulisan yang serupa seperti kemampuannya dalam berbicara," paparnya dalam acara yang dimoderatori oleh Setiawan Hendra Kelana, redaktur Semarang Metro.

Dianjurkan Nabi SAW

Pemateri lain Sudarto, mengatakan bahwa umat manusia sudah dianjurkan untuk menulis sejak zaman Nabi SAW. "Itu terbukti dalam Surat Al Alaq 1-5," imbuhnya.

Sejarah peradaban manusia mana pun tidak ada yang maju tanpa bisa membaca dan menulis. Mustahil sebuah bangsa bisa maju bila tidak mempunyai budaya menulis dan membaca. "Dan menulis bila tidak pernah dipraktikkan atau dibiasakan, maka tidak akan berkembang dan jadi budaya," jelasnya.

A Zaini Bisri mengatakan, ide yang baik dan aktual menjadi salah satu prinsip sebuah tulisan ilmiah populer bisa dimuat dalam sebuah media cetak.

Ide yang baik meliputi orisinal, unik, baru, bermanfaat dan memiliki dampak ke masyarakat. "Orisinal itu berarti hasil pemikiran sendiri, bukan jiplakan," tegasnya.

Selain itu prinsip lainnya adalah isi tulisan juga harus berbobot, serta penggunaan bahasa yang efektif dan komunikatif.

Salah seorang peserta menanyakan tentang netralitas sebuah media. Amir Machmud mengatakan bahwa media harus dipahami betul bukan sebagai ruang yang betul-betul steril. Biasanya ada faktor kedekatan (proximity) yang mempengaruhi.

"Ruang yang steril bukan berarti bisa dibelokkan ke sana ke mari. Tapi tetap diisi dengan sesuatu yang bertujuan untuk kemaslahatan umat," ujarnya. (Fani Ayudea-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA