logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Pemudik Bermotor

SAAT Lebaran, salah satu problema rumit adalah masalah transportasi. Begitu padatnya arus pemudik, berbagai antisipasi dilakukan, antara lain menambah jumlah moda transportasi, baik melalui darat, laut maupun udara.

Namun untuk angkutan darat, sepeda motor, kini nampak lagi ngetren. Mudik menggunakan sepeda motor kini memang semakin digemari sejak 2003.

Dari tahun ke tahun jumlah sepeda motor yang masuk Jateng khususnya dari arah pantura terus meningkat menjelang Lebaran. Tercatat 2003 sebanyak 350.000 unit sepeda motor masuk wilayah Jateng. Lebaran 2004, bertambah menjadi 450.000 atau naik 22%.

Lebaran berikutnya, 2005 mengalami pertambahan sekitar 24%, dan 2006, jumlah motor yang masuk wilayah jateng meningkat menjadi 683.000 unit atau naik 12%.

Tahun 2007 ini diprediksi jumlah sepeda motor yang masuk wilayah Jawa Tengah khususnya Semarang dan sekitarnya mencapai 812.000 unit atau mengalami peningkatan 16%.

Jika dilihat jumlah pemudik yang menggunakan motor selama lima tahun terakhir yakni 2003 hingga prediksi 2007 ini, peningkatannya mencapai 57%. Dari data itu terlihat tahun 2005 terjadi pertambahan sekitar 24% dari tahun sebelumnya. Kenaikan yang terbilang tinggi ini disebabkan melonjaknya penjualan sepeda motor baru tahun 2004, saat masyarakat relatif mudah mendapatkan sepeda motor dengan berbagai fasilitas kredit.

Peningkatan ini sebenarnya tidaklah terlalu mengherankan, mengingat mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Hari Raya memang sangat menyenangkan karena bisa berkumpul dengan kerabat dekat di kampung halaman.

Kondisi ini didukung juga oleh faktor harga sepeda motor yang relatif murah dan cara memilikinya relatif lebih mudah dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, akibat persaingan pasar sepeda motor makin ketat.

Bahkan, sebagian pemilik roda empat pun lebih menyukai mudik memakai motor. Maraknya penggunaan sepeda motor untuk mudik ini ternyata juga berdampak pada penurunan jumlah pemudik yang menggunakan kereta api maupun bus, meski masih banyak masyarakat yang tetap memilih transportasi kereta api.

Seiring dengan fenomena tersebut, pemudik kendaraan roda dua memerlukan perhatian khusus untuk Lebaran. Alasannya, sepeda motor sebagai moda transportasi memiliki peluang yang tinggi terlibat dalam kecelakaan.

Untuk menghindari hal tersebut, pemudik juga sebaiknya memerhatikan peta rawan kecelakaan, terutama daerah pantura. Untuk menekan jumlah kecelakaan, setiap motor hanya boleh mengangkut dua orang penumpang, termasuk anak-anak.

Semuanya wajib menggunakan helm, minimal model half face bukan helm topi atau cetok. Pengendara dilarang membawa barang yang ditaruh di depan atau di belakang yang besarnya melebihi setang kemudi.

Tujuannya agar sepeda motor tidak mudah kehilangan keseimbangan. Kendaraan sepeda motor yang dimodifikasi dengan tambahan gandengan pun dilarang untuk digunakan.

Pemerintah pusat juga menetapkan setiap rombongan pemudik bersepeda motor maksimal 100 unit. Pemudik bermotor juga diharuskan menggunakan jalur lambat. Bila tidak tersedia jalur lambat, diwajibkan untuk memakai jalur yang paling kiri.(Pusdok SM-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA