| Senin, 01 Oktober 2007 | SEMARANG |
Ar-Ridho Tak Menuntut Pelaku PembakaranSEMARANG- Penyebab kebakaran yang menimpa Sekolah Alam Ar-Ridho, Selasa (26/9) malam, mulai menemukan titik terang. Api diketahui berasal dari sisa-sisa pembakaran yang dilakukan sekelompok anak saat bermain-main api selepas tarawih. ''Hasil ini didapatkan setelah kami mewawancarai sekitar 10 anak. Dari jumlah tersebut, tidak ada satu pun yang berasal dari murid Sekolah Alam,'' kata Doni Riadi, anggota tim Advokasi pasca kebarakan, kemarin. Hal itu, lanjut dia, diungkapkan pada pertemuan antara Tim Advokasi Pascakebakaran Sekolah dengan pihak kepolisian di Mapolres Semarang Selatan, Jumat (28/9) petang. Tim Advokasi yang diwakili Agung Budi Margono, Doni Riadi, dan Joko Kristiyanto diterima Kasat Intelkam, AKP Khundori SH yang didampingi Kapolsek Tembalang, AKP Margono. Dalam pertemuan itu, dipaparkan kronologi kejadian versi pihak sekolah, yang kemudian dicocokkan dengan temuan pihak kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP). Kecelakaan Ketua Yayasan Ar-Ridho, Nurul Khamdi menjelaskan, pihak sekolah tidak menuntut para pelaku pelakunya. Sebab, mereka di bawah umur dan masih duduk di bangku sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga tengah berkonsentrasi pada kegiatan pemulihan pascakebakaran. ''Kami menganggap kebakaran ini kecelakaan belaka yang disebabkan aktivitas bermain anak-anak. Namun kami berharap, agar anak-anak dapat lebih berhati-hati di lain waktu, khususnya lebih menghargai benda atau barang-barang milik orang lain,'' tandas Nurul Khamdi. Untuk mencegah hal ini terulang, pihak yayasan akan membangun wisma para guru agar dapat mengawasi kondisi dan lingkungan sekolah yang berlokasi di kawasan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang. Pembangunan itu termasuk dalam proyek pemulihan pembangunan tujuh ruang kelas yang ludes terbakar. Karena besarnya kerugian, mencapai Rp 300 juta, pihak sekolah mengalami kesulitan memulihkannya dalam waktu cepat. Yayasan membuka posko kebakaran dan rekening donasi bagi masyarakat yang hendak membantu pemulihan. Donasi dapat dikirimkan melalui rekening Bank Muamalat Cab Semarang KK. Banyumanik, No. Rek: 501.08926.22 atas nama: Nur Qudus Usman, S.Pd, MT. Pengurus yayasan yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, partisipasi warga sekitar dan kinerja pihak kepolisian saat menangani kasus kebakaran ini sudah optimal. (H40,H12-18) |