| Senin, 01 Oktober 2007 | INTERNASIONAL |
Penyelidikan Ulang Kematian Diana DimulaiLONDON - Sepuluh tahun setelah kematian Putri Diana dalam kecelakaan di Paris, penyelidikan kembali peristiwa itu akhirnya bakal dimulai Selasa besok. Hasil penyelidikan oleh kepolisian Prancis dan Inggris menyimpulkan bahwa tabrakan mobil itu murni kecelakaan karena sopir yang dalam keadaan mabuk memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Namun, sebagian masih belum puas dengan hasil penyelidikan itu. Antara lain, Mohamed al-Fayed, ayah kekasih Diana, Dodi al-Fayed dan sejumlah orang yang masih percaya pada teori konspirasi. Penyelidikan ulang kali ini akan ditangani lembaga kehakiman Inggris. Penyelidikan ini diharapkan bakal menjadi penyidikan yang terbuka, jujur dan transparan sehingga Diana dapat beristirahat dengan tenang di alam baka sebagaimana harapan putra-putranya, Pangeran William dan Harry. Untuk menjamin hal itu, para juri mendapat perlindungan penuh dari polisi. Proses penyelidikan itu sendiri diperkirakan bakal berlangsung enam bulan lamanya. Hakim Lord Scott Baker mengatakan, dia sedemikian mencemaskan kondisi para juri. Terobsesi Diana (36), Dodi al-Fayed (42), dan sopir Henri Paul tewas ketika limusin mereka menabrak tiang terowongan. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dari Ritz Hotel di Paris dan dibuntuti paparazzi bersepeda motor. Berdasarkan undang-undang Inggris, penyelidikan ulang (inquest) diperlukan untuk memastikan penyebab kematian yang tidak wajar. Penyelidikan itu ditunda sampai pengusutan oleh kepolisian rampung. Ayah Dodi, seorang taipan Mesir yang memiliki Paris Ritz serta toko mewah Harrods di London, yakin kalau kematian mereka akibat konspirasi Inggris yang ingin mencegah pernikahan mereka. Al-Fayed berjanji, ''Saya tidak akan pernah berhenti berjuang sampai konspirasi pembunuhan itu terbongkar. Putra saya dan Diana telah dibunuh.'' Dengan demikian, apakah penyelidikan ini akhirnya akan menyibak konspirasi seputar kematian Putri Diana, salah satu ikon paling populer di abad 20 ini? Penulis biografi kerajaan Penny Junor mengatakan, ''Tetap saja ada orang-orang yang terobsesi dengan pemikiran bahwa peristiwa itu bukan kecelakaan. Berapa lama mereka akan bertahan? Mohamed al-Fayed jelas tidak ada niat berhenti.'' ''Saya harap, penyelidikan ini akan mengakhiri teori konspirasi, meski saya sendiri tidak yakin mereka akan percaya dengan hasil penyelidikan ini,'' kata dia.(rtr-gn-25) |