logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 22 September 2007 INTERNASIONAL
Line

1.000 Tentara Dikerahkan untuk Memperkuat Manila

MANILA - Sekitar 1.000 tentara dikerahkan ke ibukota Filipina, kemarin, di tengah laporan adanya suatu komplotan untuk menggoyang pemerintahan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Pemerintahan Arroyo digoyang karena terjadi skandal politik, kata kepala militer.

Jenderal Hermogenes Esperon mengatakan enam perwira muda sedang diselidiki atas dugaan merekrut tentara untuk membantu satu kelompok eks tentara merebut kekuasaan politik. ''Kami membutuhkan pasukan tambahan untuk kasus ini,'' jelas Esperon kepada wartawan. ''Seperti kami katakan sebelumnya, kami ingin keadaan menjadi aman. Kami ingin pasukan berada di sini bersama kami.''

Militer Filipina menjadi instrumen dalam penggulingan dua presiden sejak 1986 dan Arroyo, yang berkuasa setelah pemberontakan dukungan militer pada 2001, lolos dari upaya kudeta pada 2003.

Militer menyatakan, dugaan suap dalam kesepakatan negara dengan perusahaan telekomunikasi China telah mendorong kelompok-kelompok anti-Arroyo menyulut masalah di antara tentara.

Namun, para analis menilai, pemerintah mungkin menegaskan risiko itu untuk mengalihkan perhatian dari skandal suap dan tetap mengawasi oposisi. ''Mungkin ada kelompok tentara jahat namun mereka tidak mampu menggulingkan pemerintahan. Selain itu, sebagian besar pemimpin mereka ditahan,'' kata Earl Parreno, analis politik di Lembaga Reformasi Politik dan Pemilu. ''Propaganda perang sedang dilakukan,'' katanya.

Stabilitas Politik

Arroyo mengatakan, stabilitas politik diperlukan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan persaingan. ''Itulah sebabnya mengapa kita harus menghentikan hiruk-pikuk politik dan menopang mementum upaya-upaya kita,'' kata Arroyo dalam upacara di istana untuk menandai pekan pemberantasan kejahatan nasional.

Esperon mengatakan, enam perwira muda telah dipecat dari kesatuan mereka dan menghadapi penyelidikan. Mereka tertangkap basah menyebarkan pesan lewat SMS untuk menyerukan tentara agar bergabung dalam komplotan guna menggoyang pemerintah . (rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA