SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 20 September 2007

Sudah berkali-kali Indonesia masuk daftar negara terkorup di dunia dan bahkan masuk di peringkat pertama versi Transparency International (TI). Kini predikat itu semakin mantap dan lebih melekat setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bank Dunia merilis daftar pemimpin dan pejabat terkorup. Dalam daftar tersebut nama mantan Presiden Soeharto masuk di peringkat teratas dengan perkiraan dana yang dicuri antara 15 miliar dolar AS hingga 35 miliar dolar AS selama periode 1967-1998.

Faktor pembiayaan telah menjadi masalah klasik dalam perkembangan pembinaan dunia olahraga Indonesia. Baik pemerintah pusat maupun daerah diminta berperan sentral, karena masyarakat olahraga -- yang tentu saja digolongkan sebagai kalangan swasta -- kesulitan mencukupi sebagian besar kebutuhan dananya. Sejauh ini, kiprah pemerintah dinampakkan dari rutinitas alokasi APBN maupun APBD -- provinsi dan kabupaten/ kota -- setiap tahun anggaran untuk pembinaan olahraga. Tidak hanya dari anggaran murni,

BERBAGAI persoalan muncul akibat konversi minyak tanah dengan gas, baik di Jakarta maupun di Semarang. Dari yang menjual tabung gas pemberian karena takut atau tidak tahu cara menggunakan kompor gas, hingga pemberian yang lebih dari satu dan pemberian tabung gas kepada mereka yang telah mempunyai dan biasa menggunakan kompor gas.

HARI -hari ini masyarakat kembali direpotkan oleh hilangnya minyak tanah dari pasar. Ini akibat pelaksanaan program konversi minyak tanah ke alias elpiji. Minyak tanah hilang karena alokasinya dikurangi Pertamina, padahal warga belum terbiasa memakai kompor gas. Menurut Wapres Jusuf Kalla konversi minyak tanah ke elpiji ditargetkan tahun 2011,

Nama Gogon seolah menyiratkan plesetan: GOdaan-GOdaan Narkoba. Dengan wajah kuyu plus menangis sesenggukan Gogon meminta maaf pada penggemar atas ulahnya mengonsumsi narkoba sebenarnya. Bukan narkoba yang berarti nasi rames kopi bakwan. Sejumlah komedian yang telah menikmati lembabnya bui karena kasus ini di antaranya Polo dan Doyok.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA