Sudah berkali-kali Indonesia masuk daftar negara terkorup di dunia dan
bahkan masuk di peringkat pertama versi Transparency International
(TI). Kini predikat itu semakin mantap dan lebih melekat setelah Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bank Dunia merilis daftar pemimpin dan pejabat
terkorup. Dalam daftar tersebut nama mantan Presiden Soeharto masuk di
peringkat teratas dengan perkiraan dana yang dicuri antara 15 miliar dolar
AS hingga 35 miliar dolar AS selama periode 1967-1998.
|
 |
Faktor pembiayaan telah menjadi masalah klasik dalam perkembangan pembinaan
dunia olahraga Indonesia. Baik pemerintah pusat maupun daerah diminta berperan
sentral, karena masyarakat olahraga -- yang tentu saja digolongkan sebagai
kalangan swasta -- kesulitan mencukupi sebagian besar kebutuhan dananya.
Sejauh ini, kiprah pemerintah dinampakkan dari rutinitas alokasi APBN maupun
APBD -- provinsi dan kabupaten/ kota -- setiap tahun anggaran untuk pembinaan
olahraga. Tidak hanya dari anggaran murni,
|
 |
BERBAGAI persoalan muncul akibat konversi minyak tanah dengan
gas, baik di Jakarta maupun di Semarang. Dari yang menjual tabung gas pemberian
karena takut atau tidak tahu cara menggunakan kompor gas, hingga pemberian
yang lebih dari satu dan pemberian tabung gas kepada mereka yang telah
mempunyai dan biasa menggunakan kompor gas.
|
 |
HARI -hari ini masyarakat kembali direpotkan oleh hilangnya minyak
tanah dari pasar. Ini akibat pelaksanaan program konversi minyak tanah
ke alias elpiji. Minyak tanah hilang karena alokasinya dikurangi Pertamina,
padahal warga belum terbiasa memakai kompor gas. Menurut Wapres Jusuf Kalla
konversi minyak tanah ke elpiji ditargetkan tahun 2011,
|
 |
Nama Gogon seolah menyiratkan plesetan: GOdaan-GOdaan
Narkoba. Dengan wajah kuyu plus menangis sesenggukan Gogon meminta
maaf pada penggemar atas ulahnya mengonsumsi narkoba sebenarnya. Bukan
narkoba yang berarti nasi rames kopi bakwan. Sejumlah komedian yang telah
menikmati lembabnya bui karena kasus ini di antaranya Polo dan Doyok.
|