| Sabtu, 28 Juli 2007 | BANYUMAS |
KPH Banyumas Barat Perluas Hutan Pinus
PURWOKERTO-Untuk memenuhi kapasitas produksi gondorukem dan terpentin, Perhutani KPH Banyumas Barat membutuhkan tambahan lahan hutan pinus seluas 9.000 hektare. Hutan pinus di KPH Banyumas Barat saat ini 19.000 hektare dan belum bisa memenuhi kapasitas Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Cimanggu. Sangudi Mohamad, Kepala KPH Banyumas Barat menjelaskan PGT Cimanggu berkapasitas 17.000 ton/tahun. Namun dengan luasan hutan pinus yang sekarang baru terpenuhi 13.250 ton/tahun. ''Kapasitas tak terpenuhi karena produksi getahnya terbatas mengingat areal hutan pinusnya kurang. Dari 19.000 hektare baru 16.000 hektare yang disadap,'' jelasnya, kemarin. Untuk memenuhi kapasitas PGT Cimanggu itu, pihaknya akan mendesin ulang kawasan hutannya. Kawasan hutan sekarang akan lebih banyak ditanami pinus. ''Hutan pinus akan ditambah dari 19.000 hektare menjadi 28.000 hektare,'' ungkapnya. Potensial Penambahan areal hutan pinus perlu karena gondorukem dan terpentin produksi PGT Cimanggu sangat potensial dan mampu bersaing dengan produk luar negeri. ''Sebagian besar produk PGT Cimanggu untuk ekspor. Bahkan China penghasil gondorukem terbesar dunia membeli dari perusahaan itu. Alasannya, ada keistimewaan yang tak dimiliki gondorukem dari manapun di dunia,'' jelasnya. Mengingat nilai ekonomis getah pinus sangat tinggi, ke depan KPH Banyumas Barat tidak banyak mengembangkan bisnis dari sektor kayu. Pohon pinus yang ditanam lebih banyak diambil getahnya daripada dijual kayunya. ''Memang tidak selamanya pinus bisa disadap getahnya. Tapi karena nilai ekonominya lebih tinggi dari kayu, pada usia lebih dari 30 tahun baru akan ditebang untuk dijual kayunya,'' jelasnya.(G23-27) |