| Rabu, 18 Juli 2007 | SALA |
Ribuan Warga Hindu Penuhi Candi Cetho
KARANGANYAR - Ribuan warga Hindu dari berbagai daerah di Jawa dan Bali berkumpul di pelataran Candi Cetho, puncak Gunung Lawu. Sejak sepekan ini mereka menggelar upacara Panca Wali Krama, sebagai ungkapan doa untuk bumi nusantara. Dengan menggelar ritual itu, mereka berharap adanya keselamatan dan berkah dari Yang Maha Kuasa. Ritual gabungan bernuansa Jawa dan Bali terasa menyatu dengan indah. Ada kidung yang dilantunkan oleh para sesepuh dan pedanda yang secara khusus datang dari Bali. Ada pula kidung yang dilantunkan sesepuh dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Juga aneka sesaji yang digelar di pelataran candi tersebut. Tak hanya itu, di puncak pelataran kembar, digelar dua set gamelan jawa dan bali. Kedua gamelan dibunyikan bersama mengiringi doa dalam kidung suci. Gamelan bali ditabuh oleh penabuh wanita, sementara gamelan jawa lengkap dengan gelar waang kulit menampilkan dalang Ki Jlitheng Suparman dari Wonogiri. "Ini memang sebuah upacara bersama yang digelar seluruh warga Hindu di nusantara. Ada yang datang dari Bali, ada pula dari kota-kota lain di Jawa, dan masyarakat Hindu di sekitar Candi Cetho sendiri. Jadi tidak heran kalau masing-masing memiliki tata cara sendiri, disesuaikan dengan adat sekitarnya," kata Dewa Putu Mudana, salah seorang panitia. Dia mengatakan, Candi Cetho diyakini sebagai kayangan jagat nusantara. Para raja-raja Majapahit diyakini bersemayam di puncak gunung Lawu tersebut. Karena itu sebagai bentuk kepasrahan umat manusia kepada Tuhan, dilakukan upacara Karya Agung Nusantara Ngenteg Linggih Tawur Agung Labuh Gentuh Candi Narmada Pancawali Krama. Upacara ini dimulai dari Geria Lusuh Karangasem, Bali pada pertengahan Mei lalu. Disusul upacara di Pantai Parang Kusumo Yogyakarta, Pura Banguntapan, Sungai Bengawan Solo, dan ditutup di Candi Cetho. Upacara agung seperti ini digelar hanya setiap sepuluh tahun sekali. Sementara itu Bupati Karanganyar Rina Iriani yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, wilayah ini memiliki aneka ragam tempat suci yang dimiliki agama-agama di Indonesia. (an-67) |