| Rabu, 18 Juli 2007 | PANTURA |
Dalang Cilik Senang Berbahasa InggrisKALAU Anda berpikir jika seniman adalah orang yang terkesan malas dan urakan, itu salah besar. Firman Haryo Susilo (13), dalang cilik asal Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, selain pintar di sekolah, juga mahir berbahasa Inggris. ''Let's go brother's kita serang Buta Ijo itu,'' ujarnya saat pentas wayang dengan lakon Timun Emas, di acara launching sekolah berstandar internasional (SBI) SMP Negeri 1 Kota Tegal, Senin (16/7). Kelebihan Haryo dibanding dalang cilik lainnya adalah, bisa manggung dengan menggunakan Bahasa Inggris. Menurutnya, dialog Bahasa Inggris tidak bisa dimunculkan secara keseluruhan, karena tidak semua penonton paham. ''Kalau tidak paham kan percuma, banyolan-banyolan lucu biasanya dicampur antara Bahasa Indonesia, Inggris dan Tegal,'' ujar anak dalang kondang Ki Enthus Susmono ini. Anak kedua dari empat bersaudara itu mengatakan, butuh waktu banyak untuk berlatih menjadi seorang dalang yang andal. Menurutnya, jika ada permintaan untuk pentas, dirinya harus berlatih keras, dari pulang sekolah sampai larut malam. ''Fisik saya lemah, kadang kalau harus latihan terus bisa capek, belum lagi ditambah waktu mengerjakan tugas-tugas sekolah,'' ujar Haryo yang baru memperoleh predikat Dalang Muda Terbaik tahun 2007. Utamakan Pelajaran Dalang yang juga hobi basket itu mengatakan, meski waktu untuk berlatih banyak, namun dia tetap mengutamakan pelajaran sekolah. Dia mengatakan, keahliannya sebagai dalang cilik hanya sebatas hobi, bukan untuk dijadikan profesi. ''Cita-cita saya bukan untuk menjadi dalang, saya ingin menjadi seorang arsitek andal yang bisa mendesain gedung pencakar langit,'' ujar siswa kelas dua emercy SMP Negeri 1 Kota Tegal ini. Sang bapak, Ki Enthus mengatakan, di antara keempat anaknya, Haryo memang mewarisi bakat seni dari dirinya. Dia mengatakan, sejak kecil Haryo sudah senang bermain wayang miliknya, namun baru berlatih serius sejak kelas 5 SD. ''Saya tidak pernah memaksakan Haryo untuk menjadi dalang seperti bapaknya, namun selain hobi, saya lihat Haryo juga memiliki bakat seni itu,'' ujar dalang yang pernah mendapat penghargaan Musium Rekor Dunia Indonesia (Muri), karena menyumbangkan karya dan karsa dengan jenis wayang terbanyak. (Husni Mubarak-15) |