| Rabu, 18 Juli 2007 | NASIONAL |
Indonesia Gandeng KambojaSOLO- Pemerintah Indonesia menggandeng Kamboja untuk memajukan kerja sama di bidang pariwisata, kebudayaan, dan perdagangan. Sebagai jalan pembuka kerja sama itu, Indonesia akan membentuk local point. Lembaga itu diharapkan bisa sebagai sarana untuk tukar menukar informasi kedua belah pihak. ''Sebenarnya sudah ada penandatanganan kesepakatan kerja sama kedua belah pihak tahun lalu di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh. Jadi kerja sama itu kini tinggal implementasinya,'' kata Sekretaris III KBRI untuk Kamboja, Wahyu Suprobo, ketika dihubungi kemarin. Sebagai salah satu perumusan bentuk kerja sama, KBRI memprakarsai semiloka yang akan digelar hari ini di Hotel Sahid, Solo. Semiloka dengan tema Upaya Strategi Tindak Lanjut Agree Minutes itu akan mendatangkan beberapa pembicara. Antara lain dari Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri, sekretariat wakil presiden, mantan menteri pariwisata Joop Ave, Rektor IKJ Sardono W Kusumo, dan budayawan I Made Bandem. ''Semua pembicara yang dihadirkan dalam semiloka ini dari dalam negeri. Diharapkan ada masukan untuk merumuskan bentuk kerja sama yang akan diimplementasikan,'' tambah dia yang juga sekretaris panitia semiloka. Kenapa Solo dipilih? ''Solo adalah bagian dari Indonesia jadi tidak ada masalah,'' jawabnya. Ia mengatakan, beberapa waktu lalu Pemkot Solo pernah melakukan pembicaraan informal ketika melakukan kunjungan ke Phnom Penh bersama Pemprov Jateng dalam rangka promosi pariwisata.(G8-60) |