| Rabu, 18 Juli 2007 | NASIONAL |
Partai Golkar Jateng Siapkan Pengganti SigidSEMARANG - Masuknya Sigid Haryo Wibisono ke jajaran Dewan Syura DPP PKB membuat DPD Partai Golkar Jateng harus menyiapkan penggantinya. Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Bambang Sadono mengakui pengunduran diri Sigid akan ditindaklanjuti dengan pengisian jabatan wakil ketua. ''Kalau kosong, tentu akan diisi dong. Tidak mungkin saya biarkan kosong terlalu lama,'' kata dia kepada wartawan di kantor DPD I Partai Golkar Jl Kyai Saleh, Selasa (17/7). Menurutnya, pengunduruan Sigid adalah hak pribadinya. Sudah sejak lama, kata Bambang, Sigid mengutarakan niatnya mundur dari kepengurusan partai. Saat itu alasan yang diutarakannya adalah soal padatnya kegiatan di Jakarta, sehingga tidak bisa mengatur waktunya di Jateng. ''Januari dia langsung melayangkan surat pengunduruan diri,'' tandasnya. Dengan telah mundur dari partai, maka secara kepengurusan mantan anggota Komisi C DPRD Jateng priode 1997-1999 itu tidak menjadi wewenang Golkar. Bambang menampik tudingan, bahwa masuknya mantan wakilnya itu sebagai upaya penyusupan ke PKB. ''Saat masih di Jakarta saja, saya tidak tahu kegiatannya. Setahu saya, dengan padatnya waktu mungkin dia tidak ingin jadi pengurus partai lagi. Jadi saya kaget, dia tiba-tiba kok masuk jadi pengurus PKB,'' terang Bambang. Dia pun mengaku bangga, masih ada bekas anggotanya bisa digunakan partai lain. Dicontohkan seperti Tjahjo Kumolo yang dulu menjadi pengurus elite Golkar kini telah mendapatkan jabatan di PDI-P. ''Jadi, dengan demikian permasalahan Sigid telah selesai. Dia sudah menjadi pengurus partai lain,'' katanya singkat. Masalah Serius Anggota Dewan Syura DPW PKB Jateng KH Faqih Gozali mengatakan, keterlibatan Sigid Haryo Wibisono dalam internal PKB sebaiknya disikapi secara serius oleh pengurus PKB di semua tingkatan, termasuk jajaran DPW PKB Jawa Tengah. Sebab, ada indikasi gerakan yang sistematis untuk menghancurkan PKB. Kiai Faqih mengatakan, gerakan tersebut justru dilakukan oleh orang-orang yang selama ini dipercaya Gus Dur. Mereka secara sistematis dan intensif juga melakukan gerakan yang bertujuan untuk menghancurkan kredibilitas Gus Dur. "Bayangkan, Gus Dur sampai menyampaikan siaran pers untuk menjelaskan jika Sigid bukan lagi sebagai pengurus Golkar Jateng," tandasnya. Dengan demikian, imbuh Kiai Faqih, sebaiknya semua pengurus PKB di semua tingkatan mewaspadai dan membendung gerakan-gerakan politik orang-orang di sekitar Gus Dur. Sebab, jika dibiarkan taruhannya nama besar Gus Dur dan masa depan PKB. (H37,H7-41) |