| Rabu, 18 Juli 2007 | NASIONAL |
Taman Bromo Rawan KebakaranMALANG- Memasuki musim kemarau, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) rawan terhadap terjadinya kebakaran. Balai taman itu memprediksi ada empat titik rawan terjadi kebakaran. Empat titik itu, kata Kepala Balai TNBTS Joko Prihatno, terdapat di Gunung Penanjakan Kecamatan Wonokitri, Pasuruan; Tengger Laut Pasir di Kecamatan Cemoro Lawang, Probolinggo; Ranu Pane Lumajang, dan Ngadas Kabupaten Malang. Luasan wilayah empat titik itu mencapai sekitar 14 ribu ha. Rinciannya Gunung Penanjakan 2.024 ha, Laut Pasir (5.078 ha), Ranu Pane (5.220 ha), dan wilayah Ngadas (1.916 ha). Prediksi terjadinya kebakaran hutan itu, didasarkan atas pengalaman tahun sebelumnya. ''Setiap musim kemarau kebakaran seringkali terjadi di empat titik tersebut,'' katanya baru-baru ini. Empat Titik Tahun 2006, misalnya, luas area yang terbakar mencapai sekitar 1.019,75 ha. Kebakaran di kawasan TNBTS itu salah satunya disebabkan oleh adanya fenomena alam. Yakni tetumbuhan di empat titik itu mudah terbakar. Jenis tumbuhannya berupa semak belukar, rumput, pohon cemara, dan pohon akasia. Di wilayah Tengger Laut Pasir, misalnya, saat musim kemarau banyak rumput mengering akibat adanya gesekan dan panas akhirnya rumput tersebut terbakar. Namun kebakaran juga akibat ulah manusia. Data Balai TNBTS, menyebutkan 80% kebakaran hutan di taman itu karena ulah manusia. "Kebakaran karena ulah manusia bisa saja terjadi, karena para pendaki lupa memadamkan perapian, dan faktor kesengajaan.'' Tahun 2005, kata dia, satu tersangka tertangkap sedang membakar hutan. Untuk mengantisipasi, menurut Koordinator Perlindungan dan Pengendalian Kebakaran Hutan, Tatag Hari, pihak TNBTS menyiagakan posko beranggotakan 200 personel gabungan. Mereka terdiri atas petugas TNBTS dan Polisi Hutan, 70 orang, masyarakat peduli api (MAP) 40 orang, dan masyarakat sekitar hutan 40-50 orang. (jo-77) |