logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Juli 2007 NASIONAL
Line

KEHIDUPAN Sukses Keluarga H Abdullah Machrus (2-Habis)

Raih 22 Penghargaan Tingkat Kota hingga Nasional


SM/Trias Purwadi MACHRUS DAN ISTRI: H Abdullah Machrus bersama istrinya Tadziroh Fauzi yang menjadi juara pertama dalam lomba pemilihan keluarga sakinah di tingkat Jateng. (57)

KALAU keluarga H Abdullah Machrus terpilih menjadi juara dalam pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Jateng 2007, bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebab, sejak menikah dengan Tadzkiroh pada 5 Maret 1970, lelaki kelahiran Semarang tahun 1949 itu dalam hidupnya selalu meraih beberapa penghargaan dan prestasi, baik tingkat Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, maupun Nasional.

''Hingga kini, kami sudah mendapatkan 22 prestasi dan penghargaan di tingkat kota hingga nasional. Di tingkat nasional, antara lain pernah meraih upakarti dari Presiden Tahun 1989, dan penghargaan dari Yayasan Anugerah Indonesia sebagai insan penggerak pembangunan Indonesia tahun 1996. Bahkan pernah mendapatkan penghargaan dari ASEAN Executive Cooperation Development Golden Award Tahun 2002,'' kata Abdullah Machrus ketika ditemui Suara Merdeka di rumahnya.

Prestasi itu ternyata juga tidak hanya diraih Abdullah Machrus, sang istri Tadzkiroh Fauzi pernah juga meraih juara pertama dalam lomba seni baca Alquran Tingkat Ranting Sampangan Pekalongan dan juara II di Tingkat Kota Semarang.

Meski demikian, lelaki yang membuka usaha Batik Mahkota Agung itu juga tidak lupa mencurahkan hidupnya untuk kepentingan sosial dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan yayasan. Sekarang, Machrus, menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU. Jabatan itu sudah dipegangnya sejak 1999. Sedangkan jabatan sosial, dia pernah menjadi Ketua Umum Yayasan Pengembangan Pondok Pesantren Jawa Tengah, Ketua Yayasan Al Masyhad Kota Pekalongan, Pendiri Yayasan Al Fairus dan lain-lain.

''Ada 16 jabatan sosial yang pernah saya jabat, baik di tingkat kota maupun nasional,'' kata Machrus.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu.

Fotografer

Ketika masih sekolah di SMA Islam Semarang, Machrus menjadi pedagang kelontong keliling setelah ia pulang sekolah. Pengalaman berdagang itulah, menjadikan dia mendapatkan ide baru untuk menjadi fotografer. Lalu tahun 1966 membuka usaha sebagai fotografer. Selain usaha fotografer, dia juga mengaku menggeluti olahraga karate sehingga seringkali mendapatkan tugas mengawal para dai yang ceramah di wilayah Jawa Tengah.

''Kebetulan, kami diminta mengawal KH Imron Masyhadi Pekalongan yang selalu membawa tadzkiroh untuk membacakan ayat suci Alquran sebelum berceramah. Dari beberapa kali pertemuan itu, akhirnya keduanya sepakat menikah.

Belajar dari pengalaman mertuanya, HA Fauzi Masyhadi, pengusaha batik tradisional, akhirnya Machrus belajar membatik. Tahun 1971, mulailah usaha dagang batik dengan memasarkan ke Jakarta, Lampung, dan Palembang.

Dari situlah, bayangan masa depan mulai tampak. Tahun 1975, ayah dari tujuh anak itu bisa memasarkan hasil produknya ke Bali. Kesuksesan itu membuat kepercayaan mertuanya melimpahkan pengelolaan Batik Mahkota Agung kepadanya hingga sekarang. Order pun banyak, sehingga pernah melakukan kerja sama dengan orang lain yang menyerap tenaga kerja 920 orang, tersebar di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Batang.

Keberhasilan demi keberhasilan terus diraihnya, sehingga dia bisa mengikuti berbagai pameran dan seminar batik di dalam maupun luar negeri. Sukses usahanya itu membuat dirinya mendapatkan penghargaan Byasana Bhakti Upapradana dari Gubernur Jateng, yang akhirnya bisa meraih penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto tahun 1989.

Penghargaan, menurutnya, merupakan kepercayaan sekaligus tantangan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Seiring dengan diterimanya berbagai penghargaan, maka batik produksinya mendapatkan kepercayaan Presiden Soeharto untuk dipakai beberapa kali pada ulang tahunnya.

Dengan berbagai penghargaan, prestasi dan kegiatan sosial yang banyak, ternyata keluarga H Abdullah Machrus juga tidak melupakan tugas mendidik anaknya, sehingga dia terpilih menjadi Keluarga Sakinah Teladan Jateng 2007. Penghargaan itu telah diserahkan oleh Kakanwil Depag Drs H Masyhudi MM di Hotel Grasia Semarang. Keberhasilan itu mengantarkan dirinya untuk maju pada lomba yang sama di tingkat nasional. Kita berharap, lomba itu sukses sehingga bisa meraih sebagai juara pertama di Indonesia. Semoga. (Trias Purwadi-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA