| Rabu, 18 Juli 2007 | NASIONAL |
Redam Korsel dari Sayap
JAKARTA-Pelatih Ivan Venkov Kolev mengatakan, tim asuhannya tidak mau kehilangan kesempatan dalam pertandingan penentuan Grup D melawan Korea Selatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai pukul 17.20 WIB sore ini. Kedua kesebelasan sama-sama ingin menang agar lolos ke perempat final. Kolev mengakui Korsel tim yang tangguh. Untuk meredam permainan ''Ksatria Taeguk'', dia bakal memaksimalkan peran sayap. Apalagi dua gelandangnya, Ponaryo Astaman dan Mahyadi Panggabean, kemungkinan telah pulih dari cederanya sehingga bisa diturunkan untuk menopang strategi 4-3-3 kesukaannya. Kehadiran dua pemain itu bisa menutupi lubang di lini tengah karena Eka Ramdhani absen akibat akumulasi kartu kuning. Tiga gol yang bersarang di jala Jendri Pitoy pada dua partai sebelumnya, berasal dari sektor sayap. Karena itu, peran pemain sayap juga sangat dibutuhkan untuk mencegah datangnya umpan silang lawan yang bisa membahayakan pertahanan tuan rumah. Menurut Kolev, gaya permainan Korsel berbeda dibandingkan Arab Saudi dan Bahrain. ''Korea adalah tim yang hebat. Kami sangat serius dalam mengantisipasi umpan silang yang menjadi kekuatan mereka,'' tuturnya. Pria asal Bulgaria itu berpendapat, permainan Korsel sebenarnya sederhana. ''Sangat jarang kita lihat pemain yang berlama-lama menguasai bola, selalu langsung diumpan,'' ujarnya. Siap Dimainkan ''Mengenai Ponaryo dan Mahyadi, kami sudah mendapat informasi dari tim medis. Ponaryo bisa dimainkan, sedangkan kondisi fisik Mahyadi sudah mencapai 80 persen. Kita lihat saja siapa yang paling siap,'' tambahnya. Pertandingan nanti sore sangat menentukan nasib kedua tim di Piala Asia kali ini. Indonesia butuh kemenangan agar aman lolos ke perempatfinal. Jika imbang, harus menunggu hasil pertandingan Arab Saudi versus Bahrain yang di saat bersamaan saling berhadapan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Sedangkan Korsel yang baru mengumpulkan satu poin, harus memetik kemenangan atas Indonesia. Itu pun belum menjamin kelolosan mereka karena jika Arab Saudi dan Bahrain bermain imbang, maka mereka tersingkir karena kalah head to head dari Bahrain. Praktis Korsel membutuhkan kemenangan dengan minimal selisih dua gol. ''Melihat hitung-hitungan itu, belum satu pun tim di grup ini yang sudah aman. Karena itu, satu-satunya cara yang paling aman untuk lolos ke perempatfinal adalah meraih kemenangan,'' kata Kolev. Arsitek tim Korsel Pim Verbeek terancam dipecat bila gagal merebut tiket ke perempat final. Saat ini sudah muncul seruan agar dia dicopot dari jabatannya. Kendati mendapat tekanan dari publik sepak bola Negeri Ginseng, Verbeek tetap optimis mampu lolos ke babak 8 Besar. pelatih asal Belanda itu yakin tim besutannya mampu memetik kemenangan dengan selisih dua gol. ''Pelatih selalu bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh timnya. Saya tetap yakin kami akan menang dengan selisih dua gol. Kami sudah pasti tidak memberi kesempatan kepada Indonesia untuk menekan. Jika tidak, sulit menciptakan gol,'' ujarnya. (wgm,D3-22) | ||||