| Rabu, 18 Juli 2007 | MURIA |
Proyek Pemecah Gelombang TerbengkalaiPATI - Terperosoknya begu milik KUD Sarono Mino Kabupaten Pati dalam endapan lumpur bercampur pasir di pantai Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, menyebabkan pembuatan tanggul pemecah gelombang di muara Kali Alasdowo kini terbengkalai. Pekerjaan tersebut akan dilanjutkan kapan, tidak ada yang mengetahui secara pasti. Pasalnya, sampai sekarang alat berat itu belum berhasil diangkat, sehingga masih teronggok di lokasi. Padahal, kata Sarmidi, nelayan Alasdowo, untuk keperluan pembuatan tanggul pemecah gelombang itu seluruh biaya ditanggung para nelayan dan petani tambak setempat. Dengan demikian untuk pembelian material berupa bis beton itu dananya swadaya. Hal tersebut terpaksa dilakukan, karena mereka tidak ingin muara kali yang sudah dangkal menjadi makin dangkal sehingga menyulitkan mereka saat hendak berangkat atau pulang melaut. Sebab, gelombang pasang itu selalu membawa endapan lumpur bercampur pasir yang akhirnya menutup muara kali. Karena itu, ketika dilakukan pengerukan mereka sepakat untuk membuat tanggul pemecah gelombang. ''Seluruh bahannya berasal dari bis beton dengan diameter 1 meter,'' ujar Sarmidi (50). Membantu Dengan berlangsungnya pengerukan muara, masih kata dia, hal itu sebenarnya bisa membantu meringankan nelayan ketika harus memasang deretan bis beton. Sebab, untuk membawa material tersebut bisa dibantu begu, termasuk pembuatan lubang tempat meletakkan bis beton. Terbukti, selama lima hari dikerjakan dengan bergotong royong dibantu begu, warga bisa memasang bis beton sepanjang 25 meter. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan 50 bis beton, dan beberapa batang bambu sebagai penguat agar setelah dipasang tidak bergeser karena dihantam gelombang. Sesuai rencana, warga bermaksud membuat tanggul pemecah gelombang sepanjang 100 meter. (ad-19) |