| Rabu, 18 Juli 2007 | SEMARANG |
Waduk Sangeh DikerukGROBOGAN- Waduk Sangeh yang terletak di Desa Tambirejo Kecamatan Toroh sejak beberapa bulan terakhir dikeruk. Pengerukan dilakukan Pengawas Balai Besar Wilayah Pemali Juana Jateng sebagai upaya menghilangkan sedimentasi (pengendapan) yang menjadi penyebab pendangkalan waduk. Dengan hilangnya endapan, maka waduk dapat berfungsi maksimal menampung air ketika musim penghujan. Menurut Pengawas Proyek Budi Prasetyo pekerjaan pengerukan waduk diperkirakan memakan waktu 180 hari. Proyek bernilai sekitar Rp 700 juta tersebut dimulai sejak bulan April-Oktober 2007 mendatang. Pengerukan diawali dari sisi timur kemudian secara bertahap bergerak ke arah barat. ''Pekerjaan ini melibatkan rekanan asal Semarang,'' ujar dia kepada wartawan. Disebutkan, pekerjaan dilakukan untuk mengeruk tanah sedalam sekitar 1-1,75 meter. Dengan adanya pengerukan, waduk nantinya akan berfungsi secara maksimal sebagai tempat penyimpanan air hujan. Usai dikeruk, diperkirakan pemenuhan air di sejumlah desa seperti Tambirejo, Plosorejo, Boloh, Ngraji, hingga Penambuhan akan semakin lancar. Kemarau Meski sudah dikerjakan beberapa bulan tetapi proses pengerukan baru bisa dilakukan secara maksimal saat musim kemarau. Alasannya, menunggu air waduk menyusut, sehingga alat berat bisa masuk lokasi. ''Pengeringan harus dilakukan secara bertahap, menunggu petani menyelesaikan masa panen. Dimana saat itu kebutuhan air mulai berkurang,'' ujar dia. Pengerukan tidak hanya bermanfaat bagi pengairan, karena tanah bekas galian waduk bisa dimanfaatkan warga. Di antaranya dipakai untuk melakukan pengerasan jalan menuju lokasi waduk Sangeh. Sementara itu Wahyudi warga Desa Boloh mengaku waduk tidak hanya dipakai untuk keperluan pengairan. Warga sekitar bahkan sangat mengandalkan keberadaan waduk untuk sejumlah keperluan, seperti mandi dan mencuci. (H41-16) |