| Rabu, 18 Juli 2007 | SEMARANG |
35 Siswa SMAN 1 Dapat Keringanan
SEMARANG- Sejumlah orang tua siswa baru SMA 1 yang meminta keringanan pembayaran Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) memperoleh tanggapan positif dari pihak sekolah, Selasa (17/7). Kepala SMA 1, Suprihadi SE mengatakan, keringanan pembayaran rata-rata untuk SPI sebesar Rp 1 juta dan SPP Rp 75.000 itu diberikan kepada sekitar 35 orang wali murid. ''Pagi tadi (kemarin-Red), kami memfasilitasi sejumlah wali murid yang meminta keringanan pembayaran SPI dan SPP. Untuk mengetahui kemampuan wali murid secara riil, kami mewawancarai mereka secara individu, '' katanya. Dijelaskan, jumlah nominal SPI yang ditawarkan pihak sekolah, yaitu Rp 4 juta, Rp 4,5 juta, dan Rp 5 juta. Sedangkan untuk SPP adalah Rp 200.000, Rp 225.000, Rp 250.000. Kendati demikian, di dalam formulir pembayaran yang telah disediakan, orang tua murid dapat mengisi jumlah nominal lain sesuai kemampuannya. Mengenai cara pembayaran, dapat mengangsur hingga empat kali atau sesuai kesanggupannya. ''Setelah mendapat keringanan, orang tua murid yang tadinya harus membayar Rp 4 juta kini hanya Rp 3 juta. Sedangkan SPP yang tadinya Rp 200.000, kini mereka hanya membayar Rp 125.000,'' katanya. Ketua Komisi D DPRD Kota, Ahmadi mengatakan, prinsip yang harus dipegang pada penentuan SPI adalah diputuskan dalam rapat pleno bersama sekolah sesudah penerimaan PPD. Besaran SPI harus diambil atas kesepakatan sekolah dan orang tua siswa, dan tidak boleh ditetapkan secara sepihak oleh sekolah. ''Hal itu sudah diatur dalam Perda Pendidikan, yang harus dipatuhi semua pihak yang terkait dengan sekolah,'' katanya. Masih Mahal Kendati pihak sekolah telah memberikan keringanan, sejumlah orang tua siswa menganggap, besaran SPI yang ditetapkan Rp 3 juta dan SPP Rp 125.000 masih mahal. Seperti dituturkan Kristiana Tri, orang tua murid dari Sufiana Edo. ''Saya tidak mengira pembayarannya akan sebesar ini. Saya berharap SPI kurang dari Rp 1,5 juta dan SPP kurang dari Rp 100.000,'' kata warga Pucanganom III, Mranggen, Demak itu. Hal senada diungkapkan Sri Suryatun, orang tua murid Gilang Riski. ''Kalau Rp 3 juta masih terlalu mahal. Kalau saya, mampunya malah kurang dari Rp 1 juta untuk SPI dan Rp 100.000 untuk SPP,'' kata dia. (H40,J8,H9-18) |