| Rabu, 18 Juli 2007 | SEMARANG |
Cemburu, Istri Bakar SuamiSEMARANG- Diduga cemburu, Juminah (30) warga RT 5 RW 3 Kampung Teluk, Karangawen, Demak tega membakar suaminya, Suyitno (30) di kamar mandi rumahnya. Akibatnya, korban menderita luka bakar serius dan harus menjalani perawatan di RS Roemani Semarang. Sedangkan pelaku atau istri korban, kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Karangawen, Demak. Dihubungi di rumah sakit, Suyitno mengatakan, peristiwa itu berlangsung Jumat (13/7) sekitar pukul 08.00. Bermula dirinya buang air besar di kamar mandi rumahnya. ''Baru saja masuk kamar mandi, tiba-tiba Juminah menggedor pintu. Katanya, ada sms masuk di handphone saya,'' kata Suyitno. Korban meminta istrinya untuk membawakan hp tersebut ke kamar mandi. Namun bukan hp yang dibawa, melainkan jerigen berisi bensin beserta korek api. Selanjutnya, pelaku mengguyurkan bensin ke badan korban dan membakarnya. Suyitno yang tidak menyangka akan dibakar melakukan perlawanan dan berusaha keluar dari kamar mandi. Akan tetapi pelaku berhasil menutup pintu kamar mandi serta menguncinya. ''Saya tidak mengira dia (pelaku-Red) berbuat senekat itu. Mungkin gara-gara sms tersebut, tapi hingga kini saya tidak tahu penyebab pastinya,'' kata pria yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual beras. Ibu korban, Sulasih (50) menuturkan, sekitar 30 menit kemudian, pelaku memberitahukan kejadian itu ke warga sekitar. Kepada tetangganya, pelaku mengatakan Suyitno bunuh diri di dalam kamar mandi. ''Mungkin waktu itu, dia (pelaku- Red) mengira anak saya sudah meninggal. Warga membawa Suyitno ke rumah sakit,'' ungkap Sulasih. Dijelaskannya, pasangan suami istri yang telah menikah selama lima tahun itu, kerap bertengkar. Salah satu penyebabnya lantaran rasa cemburu. Juminah menduga Suyitno mempunyai wanita idaman lain (WIL). ''Wajar saja, kalau pedagang seperti Suyitno punya banyak teman. Istrinya saja yang terlalu cemburu buta,'' kata Sulasih. Terpisah, Humas RS Roemani Syaifullah mengatakan, luka korban yang mencapai 75 persen kini dalam penanganan tim dokter. ''Luka bakar yang diderita cukup parah. Bahkan di bagian perut dan paha mencapai grade dua,'' kata dia. (H40, H23-56) |