| Rabu, 18 Juli 2007 | INTERNASIONAL |
Kubu Sadr Akhiri Boikot
BAGDAD - Kubu politik Moqtada as-Sadr mengakhiri boikot dan kembali masuk ke parlemen, kemarin. Langkah kubu Sadr itu diharapkan dapat mencairkan kebuntuan pada upaya-upaya mengakhiri ketegangan sektarian. Sementara itu, sedikitnya 29 warga desa syiah di Provinsi Diyala dibunuh oleh sekelompok militan suni. Selain itu, bom mobil meledak di depan Kedutaan Iran di Bagdad. Akibatnya, empat warga sipil tewas. "Mulai sekarang, kami mengakhiri boikot dan kembali masuk ke parlemen," kata Nassar Rubaei, juru bicara blok politik yang menguasai 30 dari 275 kursi parlemen itu. Atas desakan Amerika Serikat, Pemerintah Irak berusaha membuat undang-undang mengenai pembagian hasil minyak untuk mendamaikan perselisihan antara kubu syiah dan suni. Di Provinsi Diyala, Kolonel Polisi Ragheb Radhi al-Omairi menduga pelaku pembunuhan 29 warga syiah di Desa Duwailiyah adalah militan suni yang menyamar sebagai tentara. Dari 29 korban itu, empat di antaranya wanita. "Kaum militan itu mengenakan seragam militer Irak untuk mengelabui para korban. Mereka menembaki sampai tewas 29 penduduk desa. Sedikitnya empat orang luka-luka akibat serangan itu," ujar Omairi.(rtr-ap-ben-26) |