| Rabu, 18 Juli 2007 | BUDAYA |
Zeus Muncul atas Nama Musik Peduli HIV/AIDSJAKARTA-Tidak banyak dari sedikit grup band yang ada di Indonesia dipercaya menjadi juru bicara United Nations Programme on HIV/AIDS (Unaids), salah satu badan PBB yang bergerak dalam penanggulangan HIV/AIDS. Zeus, grup band berawak Fariez (vocal), Selpa (kibor), Rijo (drum), Aris (gitar), Arif (gitar), dan Eddie (bas) beruntung mendapat kepercayaan itu. Grup band yang beranggotakan musikus muda usia (17-22 tahun) itupun dari awal menetapkan visi misinya dalam bermusik. Yaitu mewartakan lewat musik betapa berbahayanya penyakit HIV/AIDS yang belum ditemukan obatnya itu dan bagaimana menghindari penyakit mematikan itu. "Kami memang peduli pada HIV/AIDS yang mayoritas pengidapnya adalah generasi muda. Untuk itu Zeus yang juga sebagai generasi muda berani mengambil tanggung jawab ini dan terlibat langsung di bawah Unaids," tukas Fariez, kemarin. Grup band yang bernaung dibawah label Sony-BMG Indonesia itu bahkan merilis debut album perdana bertajuk Dewi Cinta dengan menyiapkan sebuah lagu tema berjudul "Tertawa Menangis". Untuk menunjukkan keseriusannya, Zeus memberanikan diri mengumumkan akan memberikan sebagian pendapatan mereka dari lagu "Tertawa Menangis" untuk mendukung kegiatan penanggulangan penyakit mematikan itu. Lagu tema itu berkisah tentang keputusan seseorang yang positif terkena HIV untuk meninggalkan kekasihnya. Keputusan tersebut diambil justru karena ia sangat mencintai kekasihnya itu. "Kami mendedikasikan lagu ini untuk mereka yang, dalam perasaan cintanya, mengambil keputusan berpisah untuk kebaikan kekasihnya, entah karena berbagai sebab, terutama dalam hal ini karena dampak HIV," imbuh Fariez. Selain itu, lagu itu menyampaikan sebuah pesan penting, yaitu orang yang terkena HIV/AIDS tidak sendirian. "Orang yang kalian cintai tetap mencintai kalian. Kami tetap mencintai kalian, begitupun dunia ini masih tetap mencintai kalian." Album yang mengemas sepuluh tembang dengan menawarkan genre musik pop rock modern itu diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran mewartakan pesan-pesan mulianya. Penjualannya pun juga diharapkan mendapatkan sambutan positif dari pendengar musik Indonesia. Di antaranya lewat lagu-lagu mudah dengar seperti "Nafas Cinta", "Dewi Cinta", dan "Aku Masih Mencintaimu". (G20-45) |