| Rabu, 18 Juli 2007 | BUDAYA |
Preview "Mr Brooks"Ketika Orang Baik Kecanduan MembunuhAPA yang terjadi jika seseorang mengidap sebuah penyakit ketergantungan yang sangat akut dan menjelma menjadi sebuah candu yang mendera seumur hidupnya. Horornya, candu itu adalah melakukan pembunuhan terhadap sembarang orang yang dianggap sanggup membuat hidupnya menjadi lebih berwarna? Dalam film psikologi thriller berjudul Mr Brooks yang beranjak dari skenario tak lazim Raynold Gideon dan disutradarai dengan pintar oleh Bruce A Evans, candu membunuh itu dikisahkan dengan tragik, ironik, sekaligus mendera pelakunya. Kevin Costner, salah satu aktor watak papan atas Hollywood yang didapuk sebagai Earl Brooks yang mempunyai penyakit ketagihan membunuh itu, dengan jenial berakting sangat menawan. Peraih dua kali Piala Oscar lewat film Dances with Wolves, 26 penghargaan, dan 30 nominasi lainnya di berbagai ajang film terhormat itu menunjukkan seni keaktoran yang paripurna. Dia berlakon sebagai seorang bisnisman yang sukses, dermawan santun, sosok ayah yang mencintai putrinya, dan suami yang menyayangi istrinya. Kelihatannya kehidupan Brooks sempurna dan menjadi idaman semua kepala rumah tangga. Tapi nanti dulu, sejarah seakan tidak akan pernah lelah mengajarkan kita untuk jangan mudah menilai seseorang dari kehidupan luarnya. Di balik kesantunan dan kelembutan budinya, ternyata Brooks mempunyai kehidupan ganda. Yaitu sebagai pembunuh berantai yang melakukan aksinya ketika candu untuk melakukan pembunuhan timbul di hatinya. Sasarannya bisa siapa saja yang membuat hatinya bergejolak laksana seorang laki-laki bersitatap dengan perempuan dan ia jatuh hati karenanya. Teristimewa ketika teman karibnya, Marshall (William Hurt), datang menyambanginya dan menawarkan betapa nikmatnya menyaksikan calon korbannya berpekik menyambut maut datang menghampirinya. Pemerasan Demikianlah film yang juga melibatkan Demi Moore (detektif Tracy Atwood) yang mencoba menguak misteri pembunuh berantai itu, mengisahkan ceritanya. Permasalahan menjadi pelik kala film berdurasi 120 menit itu memadatkan cerita ketika aksi Brooks tertangkap kamera Smith (Dane Cook), fotografer amatir yang mencoba memeras Brooks. Bentuk pemerasannya pun bukan tuntutan sejumlah dolar melainkan dilibatkan dalam aksi membunuh orang, dengan harapan menemukan sensasi melakukan pencabutan nyawa dengan riang. Dengan tagline "There's something about more", sosok manusia yang tampaknya penuh kedamaian, dihadirkan menjadi persona yang paling mematikan. (Benny Benke-45) |