| Rabu, 18 Juli 2007 | BANYUMAS |
10.000 Ekor Ayam Buras Dimusnahkan
PURWOKERTO-Dalam kurun satu semester (Januari-Juli 2007), lebih dari 10.000 ekor ayam buras (kampung) peliharaan penduduk di daerah rawan flu burung di Banyumas dimusnahkan. Ayam yang dimusnahkan itu berdasarkan hasil rapid test sebagian ada yang positif terkena flu burung. Sebagian lagi ikut dimusnahkan karena berada satu kandang dengan ayam yang positif flu burung. Bila satu kandang terdapat 20 ekor ayam, yang positif flu burung satu ekor, maka yang 19 ekor ayam lainnya ikut dimusnahkan. Kepala Bidang Kesehatan Peternakan dan Perikanan Disnakan Kabupaten Banyumas, dokter hewan Sentot Sasmito Eko menjelaskan, temuan ayam buras itu tersebar di 60 desa, pada 15 kecamatan. Dia mengatakan, kecamatan yang dinilai rawan flu burung, Kecamatan Kebasen, Sumbang, Sokaraja, Karanglewas, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Kalibagor, Baturraden, Banyumas, Purwojati, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Somagede dan Cilongok. Penyakit flu burung yang disebabkan virus H5N1 di Banyumas mulai terdeteksi sejak tahun 2003. Tahun itu ada kaus ayam mati dalam jumlah banyak di Kecamatan Kebasen, Sumbang, Cilongok, Purwojati dan Jatilawang. Kemudian tahun 2004 di Kecamatan Cilongok dan Purwokerto Selatan. Tahun 2005 ada kasus di Kecamatan Sokaraja. Namun pada tiga tahun itu belum mencuat, baru pada tahun 2006, kasus flu burung mencuat ke permukaan karena di daerah lain juga ditemukan kasus ayam mati dalam jumlah banyak. Sejak dinyatakan sebagai bencana nasional, di Banyumas dibentuk Tim PDS/PDR (Participatory Disease Surveillance/Participatory Disease Respon). Stok Vaksin Setelah kasus flu burung mencuat dan Tim PDS/PDR turun, tahun 2006 ditemukan kasus ayam mati dalam jumlah banyak di tujuh kecamatan (Purwojati, Sumbang, Sokaraja, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Kalibagpr dan Somagede). Kemudian tahun 2007 kecamatan yang rawan bertambah menjadi 10 kecamatan (Kebasen, Sumbang, Sokaraja, Karanglewas, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Kalibagor, Baturraden, Kemranjen dan Banyumas). Menurut dia, Disnakan memiliki stok 200.000 dosis vaksin flu burung. Bulan Agustus mendatang ada tambahan stok lagi sekitar 600.000 dosis. Vaksin flu burung itu saat ini diperuntukkan bagi ayam buras yang dipelihara masyarakat. Untuk peternakan ayam ras tidak lagi mendapat jatah vaksin gratis. (G23-55) |