logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Juli 2007 BANYUMAS
Line

Hindari Peloncoan, Guru Dampingi MOS

PURWOKERTO-Masa Orientasi Siswa (MOS) SMP dan SMA di Kabupaten Banyumas, yang berlangsung mulai Senin (16/7) hingga hari ini dipantau guru pembina agar tidak terjadi perploncoan.

Wakil Kepala (waka) Bagian Kesiswaan SMAN 4 dan SMAN 5 Purwokerto, Riyoto Astiyo Budi dan Titis Nurliana, Selasa (17/7), mengatakan, pihak sekolah ikut memantau MOS. Guru piket mendampingi para siswa agar tidak terjadi perploncoan. "Ada guru piket yang bertugas baik pada pagi hingga sore hari sampai hari terakhir. Ini untuk menjaga agar MOS berjalan dengan lancar," katanya.

Meski demikian, Ketua Panitia MOS di SMAN 5, Ivan Geraldi mengatakan, siswa baru tetap mengenakan atribut berpakaian seperti tahun lalu. Mereka juga ditugasi untuk membawa benda-benda tertentu. Namun itu hanya untuk menguji kecerdikan mereka saja.

Dia mencontohkan, panitia MOS meminta adik kelas membawa rautan pensil warna hitam. Untuk mudahnya, mereka bisa memberi warna hitam dengan spidol pada rautan dengan warna apapun.

Minta Tanda Tangan

Tidak hanya siswa baru SMA yang menjalani MOS. Di SMP pun juga. Hal ini tampak di SMP N 3. Sejumlah anak dengan seragam putih merah nampak bersliweran memegang kertas dan bolpen. Rupanya mereka sibuk meminta tanda tangan guru, karyawan, pengurus OSIS, dan kakak kelas.

Mereka tampak bersemangat karena pada hari terakhir, akan dipilih siswa dan siswi pengumpul tanda tangan terbanyak sebagai raja dan ratu.

Salah seorang siswa, Imam Mukhtar Rofik, mengatakan, agak sulit mendapatkan tanda tangan guru, karena ada beberapa guru yang sibuk sehingga belum bisa ditemui.

Menurut Humas SMPN 3, Mursidi, pengumpulan tanda tangan tersebut termasuk dalam materi pengenalan lingkungan.

"Saat meminta tanda tangan, diharapkan siswa jadi tahu dan mengenal orang-orang di lingkungan sekolah baru," katanya.

Salah seorang orang tua murid di SMP tersebut mengaku tidak khawatir akan adanya perploncoan dalam MOS. Hanya saja ia mengungkapkan ikut kerepotan membantu mencari barang-barang yang ditugaskan.

"Hari pertama, anak saya diminta membawa bunga lidah mertua. Untung tetangga saya ada yang punya," kata Ida Purwati (24), warga Jl Pahlawan I/44, Purwokerto Barat. (J2-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA