logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Juli 2007 INTERNASIONAL
Line

Komando Pakistan Sisir Masjid Lal

ISLAMABAD - Pasukan keamanan Pakistan menyatakan telah menguasai kompleks Masjid Lal atau Masjid Merah di Islamabad. Namun, perlawanan dan baku tembak sporadis masih terjadi sampai kemarin siang.

Pemerintah menyatakan lebih dari 50 militan tewas dalam penyerbuan Selasa lalu. Namun, ada kesan Pakistan menutup-nutupi jumlah korban tewas yang sesungguhnya. Sebab sampai kemarin, mereka menyatakan belum mendapat laporan apakah santri perempuan dan anak-anak juga menjadi korban "Operasi Sunyi" yang dilakukan 164 anggota pasukan komando Pakistan itu. "Belum ada laporan mengenai korban di pihak santri perempuan dan anak-anak," kata juru bicara militer Mayor Jenderal Waheed Arshad.

Beberapa jam sebelum penyerbuan, para pejabat Pakistan mengatakan sekitar 800 sampai 2.000 santri perempuan dan anak-anak masih berada di kompleks masjid tersebut.Namun Arshad mengatakan, militer memperkirakan 200 sampai 300 orang berada di kompleks itu sebelum penyerbuan. Di dalam kompleks masjid itu juga terdapat madrasah Jamia Hafsa yang sebagian besar santrinya adalah perempuan dan anak-anak.

Jenazah Ghazi

Dia juga mengatakan, 86 orang telah dikeluarkan dari kompleks itu setelah penyerbuan. Mereka meliputi perempuan, anak-anak, dan militan. Korban tewas di pihak pasukan komando mencapai sembilan orang, dan 29 lainnya luka-luka. Ulama Masjid Lal Abdul Rashid Ghazi juga tewas setelah dihujani peluru pasukan komando. Kementerian Penerangan mengatakan, Ghazi dikelilingi santri-santrinya saat dia diserang.

Namun tidak disebutkan apakah santri-santri yang mengelilinginya juga tewas akibat serangan tersebut. Kementerian juga mengatakan, jenazah Ghazi telah dibawa ke rumahnya di Provinsi Punjab.Tiga militan kemarin tewas dalam baku tembak sporadis. Beberapa militan dan tentara Pakistan terluka dalam bentrokan senjata kemarin pagi. Beberapa ledakan terdengar dari dalam kompleks ketika pasukan komando menghancurkan jebakan ranjau dan bom.

Pengamanan masih ketat di sekitar kompleks. Namun, larangan keluar rumah bagi warga sekitar Masjid Lal diakhiri selama beberapa jam kemarin sore. Jumlah korban yang begitu besar akibat penyerbuan itu dipastikan memperburuk citra Presiden Pervez Musharraf menjelang pemilu akhir tahun ini.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA