| Rabu, 20 Juni 2007 | SALA |
Solo Tertinggi Ungkap Kasus NarkobaBALAI KOTA- Kota Solo tertinggi dalam mengungkap kasus narkoba di Jawa Tengah. Dalam kurun waktu setengah tahun mulai Januari hingga Juni 2007, Poltabes Surakarta telah mengungkap 51 kasus narkoba. Kasat Narkoba Poltabes, Kompol Suharyanto mengatakan, kendati dinyatakan tertingi dalam mengungkap kasus, namun belum bisa dipastikan apakah Kota Solo juga merupakan wilayah tertinggi dalam pemakaian barang terlarang itu. Menurut dia, bisa saja di daerah lain ada yang tinggi pemakaian narkoba itu, tapi tidak banyak yang terungkap. Dikatakan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, kasus narkoba di Kota Solo sekarang ini lebih menonjol. Sebab, hanya dalam setengah tahun sudah terungkap 51 kasus, sedang sebelumnya dalam kurun waktu satu tahun di 2006 hanya 54 kasus. ''Tidak menutup kemungkinan kasus narkoba di tahun 2007 ini akan meningkat,'' ujar Suharyanto. Lebih lanjut ia mengatakan, hampir seluruh kasus narkoba yang terungkap tempat kejadian perkaranya di Solo dan sekitarnya. Mereka pada umumnya berusia 18 tahun hingga 50 tahun. Ada pun narkoba yang digunakan antara lain jenisnya, sabu-sabu, ganja, putau, dan ekstasi. Tes Urine Sementara itu sejumlah pejabat struktural Pemkot Surakarta kemarin mengikuti tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Kota (BNK) Solo bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP). Tes urine di Pendapi Gede Balai Kota yang baru pertama kali dilakukan itu untuk mengetahui ada tidak para pejabat yang memakai narkoba. Beberapa pejabat yang tampak mengikuti tes tersebut antara lain Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Purnomo Subagyo, Kepala Dinas Tata kota Agus Joko Witiarso, Kepala Kantor Kesbanglinmas Joko Pangarso. Hingga kemarin sore belum bisa diketahui hasil dari tes tersebut. ''Dengan peralatan laboratorium yang canggih, narkoba jenis apa pun bisa terdeteksi,'' kata Sekretaris BNK Suharso. Selain melakukan tes narkoba bagi para siswa, guru, dan pejabat, BNK Solo juga melakukan sosialisasi anti narkoba di masyarakat dengan berbagai kegiatan. Antara lain penyeberan pamflet dan menggelar festival musik. ''Hasil tes narkoba bagi guru dan siswa SMA 1 dan SMA 2 beberapa waktu lalu seluruhnya negatif,'' kata dia. (G8-50) |