logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 Juni 2007 SALA
Line

Malu Disebut Kembang Desa

TINGGAL di Desa Keling, Tasikmadu, Karanganyar, Larasati Audy Putri memang benar-benar menjadi kembang desa. Namun putri pasangan Edy Santosa-Saraswati yang baru lulus SMA Warga Surakarta, 15 Juli lalu, itu mengaku malu disebut kembang desa. Alasannya, banyak gadis di desanya yang lebih cantik dari dia. "Yang disebut kembang desa itu ya gadis yang bisa mengangkat citra desanya dengan prestasi," kilahnya.

Menurut dia, beragam cara bisa dilakukan para pemuda-pemudi desa untuk menggapai prestasi di bidangnya masing-masing. "Kalau saya lebih memilih mengukir prestasi di jalur modeling," kata pemilik tinggi badan 165 cm yang lahir tanggal 21 Mei 1989.

Tahun 2005 menjadi tonggak sejarah dirinya terjun di dunia catwalk. Kali pertama terjun di dunia lenggak-lenggok itu, dia langsung menyabet juara II kontes Kartini tingkat sekolah se eks Karesidenan Surakarta.

Sejak itulah, dia begitu menggebu menyelami dunia modeling. Namun, gadis yang mendambakan bisa kuliah di FKIP UNS tersebut harus bersabar diri. Orang tuanya menginginkan Audy, begitu panggilan akrabnya, untuk lebih fokus pada sekolah daripada yang lain.

Namun semifinalis Pose Model 2007, itu ternyata masih manja. Paling tidak itu menurut pengakuan ibunya, Ny Saraswati. "Kini setelah lulus SMA, mudah-mudahan dia bukan lagi anak manja. Kini kami memberi kesempatan Audy untuk berbagi waktu dengan bangku kuliah, jika mau menekuni dunia modeling," kata Ny Saraswati. (Heru Susilo-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA