| Sabtu, 02 Juni 2007 | SALA |
Rapor untuk 13 SKPD Merah
SOLO - Rapor 13 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang punya kewajiban untuk memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) ke APBD, dinyatakan merah. Pasalnya, hingga kwartal pertama bulan April, hanya dua dari 15 SKPD yang sudah bisa memenuhi target yang ditetapkan Pemkot (di atas 33,32 persen). Yakni Dinas Kesehatan (43,02 persen) dan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (36,15 persen). Adapun 13 SKPD yang memiliki rapor merah adalah DPU, Kantor Pemadam Kebakaran, Dinas Tata Kota, DLLAJ, Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Keuangan Daerah, Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Pertanian, Dinas Pengelolaan Pasar, Dinas Pengelolaan PKL, serta Dinas Perdagangan dan Penanaman Modal. Kepala Dipenda, Boeddy Soeharto mengemukakan, Wali Kota akan memberikan penilaian dan teguran bagi SKPD yang belum bisa memenuhi target pendapatan. ''Wali Kota menyetujui usulan kami untuk memberikan rapor pada SKPD yang belum memenuhi target itu. Terutama SKPD yang pendapatannya masih jauh dari harapan,'' kata dia, Kamis (31/5). Belum Disetor Lebih jauh Boeddy mengatakan, target pendapatan Pemkot hingga kwartal pertama tahun 2007 ini adalah 33,32 persen atau Rp 196,632 miliar. Namun target tersebut baru terpenuhi 3,36 persen saja atau Rp 19,838 miliar. ''Ada beberapa faktor kenapa target pendapatan itu belum terlampaui,'' ujar dia yang tidak menyebutkan faktor tersebut. Kenapa pendapatan Kantor Keuangan bisa nol persen? Boeddy mengatakan, sebenarnya SKPD itu sudah punya pendapatan. Antara lain dari hasil lelang mobil Pemkot yang dilakukan Bagian Umum dan bagi hasil pajak dari pusat serta bagi hasil lainnya dari Pemprov. ''Namun hasil lelang mobil dan dan bagi hasil pajak itu belum disetorkan ke Kantor Keuangan,'' paparnya.(G8-67) |