| Sabtu, 02 Juni 2007 | OLAHRAGA |
p.e.r.s.o.n.a.lJenuh di Kancah TenisJENUH. Itu jawaban pertama Angelique ''Angie'' Wijaya, saat ditanya mengenai ''tenggelamnya'' dia dari kancah pertenisan. Bergelut dengan tenis sejak usia empat tahun dan sudah malang-melintang di sederet sirkuit internasional, menjadi alasan baginya untuk sementara beristirahat, bahkan menggantungkan raket. ''Sejak Januari lalu saya tidak latihan, blank dari tenis, atau lebih tepat tidak olahraga. Rasanya jenuh, dan saya ingin menikmati hidup dulu. Dulu banyak momentum yang hilang,'' ujar dia, usai eksibisi melawan Septi Mende pada pembukaan kejuaraan tenis Kapolwil Surakarta Cup di lapangan Manahan Solo, kemarin. Alasan lain petenis kelahiran Bandung, 12 Desember 1984 itu, bekas cedera pada lutut kirinya masih sering mengganggu. Dua kali Angie harus menjalani operasi, namun masih tetap merasa kesakitan seusai latihan. Karena lama absen berlatih, dia ngos-ngosan saat menjalani laga eksibisi melawan Septi Mende. Tetapi, apakah pemegang peringkat 200-an WTA itu memang mundur dari dunia pertenisan? Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Rico Wijaya-Hanita Erwin itu mengaku belum mengambil keputusan. Juara Wismilak Open 2001 di Bali itu masih menimbang-nimbang. ''Belum ada keputusan mau main lagi atau tidak. Tapi misalnya nanti saya putuskan pensiun berarti itu memang keputusan matang saya,'' ujar dia yang terakhir membela Indonesia di Asian Games 2006 di Busan. Saat disinggung soal kemungkinan ke SEA Games mendatang, dia mengungkapkan Pelti pernah menghubunginya Desember lalu. Waktu itu dia jawab belum bersedia. Tapi sekarang belum ada kontak lagi. ''Kalau memang saya dipanggil, saya harus siap seratus persen,'' ujarnya. (Setyo Wiyono-28) |