| Sabtu, 02 Juni 2007 | NASIONAL |
Australia Minta MaafJAKARTA- Kepala Pemerintah Negara bagian New South of Wales Australia, Morris Iemma MP meminta maaf secara resmi kepada Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Permintaan maaf disampaikan dalam surat asli Morris yang diserahkan langsung oleh Duta Besar Australia di Indonesia, Bill Farmer kepada Sutiyoso di Balai Kota, kemarin. Morris meminta maaf atas insiden masuknya Senior Detective Constable Scrzvery dan Detective Sergeant Thomas ke kamar 3107 Hotel Shangrilla Sydney, tempat Sutiyoso menginap. Dia menginap di hotel itu, saat menjadi tamu pemerintah negara bagian tersebut. Bill sebelumnya menemui Sutiyoso sekitar pukul 09.30 WIB untuk meminta maaf secara pribadi. Namun, pada pukul 17.20, dia kembali datang membawa surat permohonan maaf Morris. ''Saya meminta maaf atas tekanan dan ketidaknyamanan yang menyebabkan Anda pulang lebih awal dari NSW,'' ujar Kepala Pemerintah Negara NSW dalam surat berlogo Departemen Premier NSW tertanggal 31 Mei 2007. Terkait insiden di kamar hotelnya, pemerintah setempat akan menyelidiki kasus itu. Morris meminta hubungan sister city Jakarta-NSW tetap berlanjut karena menurutnya penting sebagai bentuk komitmen menjalin persahabatan antarawarga kedua kota itu. Membaca surat itu, Sutiyoso dengan berbesar hati memberikan kata maaf dan akan memperbaiki hubungan NSW-Jakarta. Permintaannya agar dilakukan penyelidikan terhadap dua detektif yang mendatangi kamar hotelnya di Sydney itu juga dipenuhi. Seperti diberitakan sebelumnya, Sutiyoso di datangi detektif NSW di kamar hotelnya, 28 Mei lalu. Petugas itu meminta Sutiyoso menghadap ke pengadilan di NSW untuk memberikan keterangan mengenai tewasnya lima wartawan asing di Balibo, Timor Timur pada 1975. Sementara itu politisi Partai Demokrat Boy W Saul mengatakan insiden yang dialami Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Sydney Australia menandakan masih ada orang asing yang belum puas atas penjelasan RI soal terbunuhnya lima jurnalis Australia di Timtim pada 1975. ''Padahal kita sudah jelaskan berkali-kali soal itu. Tapi ada kelompok tertentu di Australia yang belum puas,'' katanya. Kasus pemanggilan secara paksa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso untuk hadir dalam sidang tewasnya lima wartawan Australia, mengundang reaksi keras di kalangan eksekutif dan legislatif. Sutiyoso sendiri menuntut Australia meminta maaf atas kejadian itu. (di-48) |