| Sabtu, 02 Juni 2007 | MURIA |
Tanggul Kali Puncel Rawan BobolTAYU-Lebih dari satu kilometer tanggul bagian kiri dan kanan Kali Puncel, Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, kondisinya rawan bobol. Pasalnya, belakangan tanggul itu selalu dihantam gelombang pasang akibat pengaruh musim timur. Padahal, kata warga setempat, semula tanggul itu lebarnya mencapai 2,5 meter. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk lalu lalang kendaraan bermotor, baik bagi pemilik tambak bandeng maupun para pemancing. Bahkan, kendaraan roda empat jenis Colt bak terbuka waktu itu juga bisa lewat. Namun sekarang kondisinya makin lama kian habis, karena tergogos hantaman gelombang yang masuk ke alur kali berupa air pasang. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, petani tambak di pinggir kali itu tahun lalu sudah berupaya menanam mangrove. Hanya saja, karena umur tanaman itu baru satu tahun, maka belum mampu menjadi penguat tanggul. Untuk itu, pemilik tambak ada yang memasang penguat berupa perancah dari potongan bambu. "Kendati demikian, upaya tersebut juga belum mampu memperkuat tanggul dari hantaman gelombang pasang," ujar Marlan, tokoh nelayan dan petani tambak setempat. Tanam Mangrove Akibatnya, kata dia, selama berlangsungnya musim timur, kondisi tanggul Kali Puncel menjadi rawan bobol. Untungnya, di bagian tepi kali sudah terdapat tanaman rumpun pohon bakau berumur lima tahun yang kondisinya aman. Akar pohon tersebut diharapkan mampu menyerap endapan lumpur, dan rimbun daunnya pun bisa menjadi penahan angin. "Sehingga, secara alami mampu menjadi benteng tanggul dan areal tambak sekitarnya dari sapuan gelombang." Saat ini, para petani pemilik lahan tambak di sekitar kawasan pantai juga sudah mulai sadar akan manfaat tanaman mangrove. Mereka sudah mendaftar untuk diberi jatah bibit pohon itu, dan akan ditanam serta dirawat sendiri. Untuk program proyek Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) tahun ini, Puncel mendapat jatah alokasi bibit untuk areal penanaman seluas 45 hektare. "Masing-masing 40 hektare di pematang tambak dan saluran air milik petani, sisanya untuk areal di sepanjang pantai,"imbuhnya.(ad-36) |