logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Ingin Luruskan Masalah

MESKI belum menerima secara langsung surat tentang pemberhentian dirinya sebagai Sekda Kota Salatiga, Drs H Sutedjo MSi mengaku angkat topi (tidak menolak-Red) dengan kebijakan itu. Dia yakin keputusan itu sudah melalui pertimbangan yang matang dan diputuskan secara arif seta bijaksana.

''Saya angkat topi terhadap keputusan itu dan siap melaksanakan perintah Gubernur,'' kata Sutedjo.

Namun, dia tidak ingin persoalan pemberhentian dirinya dikaitkan dengan beberapa masalah pribadi, sehingga menjadi konspirasi politik untuk menjatuhkannya. Bahkan, menurutnya, ada beberapa alasan pemberhentian dirinya dianggap merupakan informasi sesat yang bertujuan memojokkan kredibilitasnya.

Dia mengetahui pula sejumlah kebobrokan, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif, berkaitan dengan kebijakan yang telah dilaksanakan selama ini. Namun, hal itu tidak akan dipakainya untuk menyerang balik setelah dia dicopot dari Sekda. Sutedjo meminta agar mereka memberikan informasi yang benar.

''Saya tahu ada beberapa permasalahan berkaitan dengan turunnya kebijakan, termasuk investasi tanpa prosedur yang benar. Saya meminta agar masalah itu dapat diluruskan,'' paparnya.

Sutedjo juga tidak akan menggugat pihak mana pun yang telah memojokkan dirinya lengser dari sekda.

Dia juga tidak akan mendiskreditkan siapa pun, meski mereka memiliki kebobrokan yang bisa menjadi batu sandungan terhadap permasalahan hukum.

''Intinya, saya patuh pada kebijakan gubernur dan tidak akan menggugat siapa pun. Tetapi, saya meminta agar semua informasi yang menyudutkan saya diluruskan. Saya juga tidak akan membeberkan aib orang lain, tetapi tolong bersihkan nama baik saya,'' jelasnya.

Sutedjo mengungkapkan beberapa permasalahan, seperti penggunaan anggaran yang tidak benar melibatkan eksekutif dan legislatif. Lalu, proses investasi pembangunan jalan lingkar yang tidak melalui prosedur yang benar, karena tanpa ada profil perusahaan dan perencanaan pembangunan.

Terhadap masalah itu, masyarakat harus bisa memahami secara utuh, karena dia dianggap pula telah melakukan tindakan tidak terpuji. Termasuk, tuduhan keterlibatan dirinya dalam mark up proses pembebasan tanah pembangunan jalan lingkar dan lelang lampu penerangan jalan umum.

''Saya telah menjadi korban konspirasi politik, padahal tuduhan itu tidak benar. Termasuk, tuduhan disharmonisasi hubungan dengan kepala daerah dan DPRD. Toh, sejumlah anggaran untuk DPRD kami loloskan.'' (Surya Yuli P -37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA