logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Unit Pemadam Kebakaran Perlu Ditambah

KENDAL Kebakaran Pasar Boja selayaknya menjadi pelajaran bagi Pemkab Kendal agar menambah jumlah unit pemadam kebakarannya. Dalam peristiwa itu, api tak bisa cepat ditanggulangi karena pemadam kebakaran terlambat datang. Kebakaran yang terjadi Kamis sekitar pukul 00.00 baru benar-benar padam pukul 06.00. Kelambatan itu akibat pemadam harus didatangkan dari Kendal dan Semarang.

Menurut Kepala Bappeda Ir H Bambang Dwiyono MT, Kabupaten Kendal idealnya memiliki lima titik pangkalan pemadam kebakaran. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah pinggiran. Lima titik yang dimaksud adalah eks kawedanan Kendal, Selokaton (sekarang Sukorejo), Boja, Kaliwungu, dan Weleri. ''Tiap titik mestinya ada dua unit mobil pemadam. Jika itu terwujud, kebakaran di daerah pinggiran dapat ditanggulangi segera,'' kata Bambang, Jumat (1/6).

Saat ini, Kabupaten Kendal hanya memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran. Tiga unit mobil itu harus melayani wilayah yang luas. Jika terjadi kebakaran di Boja, Limbangan, atau Sukorejo misalnya, akan membutuhkan waktu lama untuk menuju ke lokasi. ''Saat sampai biasanya api sudah tidak dapat dikendalikan, atau bahkan sudah melalap seluruh bagian bangunan. Kebakaran Pasar Boja contohnya,'' papar dia.

Tahun lalu, Bambang pernah mengajukan usulan penambahan unit pemadam kebakaran kepada DPRD, namun ditolak. Belajar dari kebakaran Pasar Boja, pihaknya akan kembali mengajukan usulan itu. ''Akan kami usulkan dalam penetapan APBD 2008.''(H6,G15-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA