| Sabtu, 02 Juni 2007 | SEMARANG |
1.200 Pedagang Kehilangan Tempat Berjualan
KENDAL- Kebakaran hebat di kompleks Pasar Boja Kendal, Kamis (31/5) sekitar pukul 00:00, mengakibatkan sekitar 1.200 pedagang tradisional kehilangan tempat berjualan. Mereka terdiri atas pedagang kios, los, dan pedagang lesehan. Hasil penghitungan Tim Penanggulangan Pasar Boja Pascamusibah Kebakaran Pemkab Kendal, 87 kios dan 22 los ludes dilalap api. Puluhan kios dan los yang ludes terbakar itu berada di blok A dan B. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. ''Para pedagang yang kehilangan lokasi berjualan adalah pemilik kios sebanyak 87 orang, los 440 orang, dan pedagang mandiri atau pedagang lesehan 673 orang,'' papar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Pemkab Drs H Syukron Samsul Hadi MSi saat ditemui di Posko Penanggulangan, kompleks Gedung Eks Kawedanan Boja, Jumat (1/6). Tim yang dikoordinasi Asisten Pembangunan Sekda Drs Teguh Dwijanto dan beranggotakan Kepala Bappeda Ir H Bambang Dwiyono MT, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Kepala DPU Ir H Supriyono MM, Kabag Pembangunan Setda Tavip Poernomo SH, serta Kepala DPKD Alex Supriyono SH itu, bertugas merekonstruksi Pasar Boja pascamusibah kebakaran. ''Hingga kini kami belum mendapatkan angka pasti mengenai besaran kerugian yang ditimbulkan akibat musibah tersebut. Kami masih menunggu laporan dari pedagang pasar,'' kata Syukron. Kemarin tim tersebut menggelar rapat di kantor eks Kawedanan untuk menentukan langkah-langkah penanganan. Setelah mendapatkan jumlah pasti pedagang yang tertimpa musibah, tim menyiapkan lokasi sementara untuk berjualan, yakni di halaman Kantor Eks Kawedanan Boja dan terminal bus di belakang pasar.'' Di lokasi itu akan dibangun petak-petak kios berbahan kayu, masing-masing berukuran dua meter persegi. Anggarannya diambil dari dana tak tersangka APBD 2007. Namun, diperkirakan besaran dana tak tersangka yang hanya Rp 375 juta tidak akan mencukupi untuk keperluan itu. ''Teknis relokasi pedagang masih dalam pembahasan. Secara teknis diserahkan kepada DPU.'' Pantauan Jumat (1/6), sebagian pedagang telah kembali berjualan. Mereka menempati lahan yang disediakan, yakni di depan Gedung Eks Kawedanan dan Terminal Bus Boja. Syukron menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah meledaknya trafo pada tiang listrik di sisi selatan Kantor Cabang Pembantu Bank Jateng di kompleks Pasar Boja. ''Penyebab pastinya belum tahu. Sampai saat ini masih ditangani tim penyidik Polres Kendal.'' Desas-desus Sementara itu, beredar desas-desus di kalangan warga dan pedagang tentang adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran Pasar Boja. Hal itu dikaitkan dengan rencana pembangunan Pasar Boja yang pernah disosialisasikan beberapa waktu lalu. Desas-desus itu menyebutkan adanya seseorang yang membawa dinamo dan gulungan kabel beberapa saat sebelum terjadi kebakaran. Bambang, nama samaran pedagang, mengatakan beberapa tahun lalu pedagang pernah mendapat sosialisasi rencana pembangunan Pasar Boja. Namun, ditolak dengan alasan kondisi pasar masih bagus dan layak. Beberapa bulan lalu, kabar pembangunan Pasar Boja kembali beredar di kalangan pedagang. Kendati demikian, kabar itu tak jelas siapa yang mengembuskan. Menanggapi hal itu, Syukron membantah keras. Menurutnya, tidak ada rencana dari pemerintah untuk membangun kembali Pasar Boja. Pada 2002 memang pernah ada rencana, namun itu saat dia belum menjabat sebagai Kepala Dinas Pengelola Pasar. Setelah itu, wacana pembangunan tidak pernah ditindaklanjuti. ''Tidak mungkin pemerintah sengaja menyengsarakan pedagang hanya untuk mencapai kepentingan seperti itu,'' ujarnya. (G15,H6-37) |