logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Bangunan Eks Pasar Bintoro Selesai Dibongkar

DEMAK- Besi baja beserta bangunan eks Pasar Bintoro yang terbakar pada akhir tahun 2006, kini telah dibongkar. Tidak ada lagi sisa besi yang tertinggal atau bekas bangunan yang masih berdiri. Rencananya, pembangunan kembali pasar tersebut akan dimulai pertengahan tahun ini.

Pelaksanaan pembongkaran oleh Imam Hambali, pemenang lelang penghapusan aset daerah itu dilakukan pada malam hari, sehingga tidak menggangu arus lalu lintas. Pembongkaran malam hari juga tidak mengganggu pasar tumpah para pedagang eks pasar tersebut. Selama ini pedagang berjualan di sepanjang Jalan Sultan Fatah tepatnya di depan bangunan pasar yang terbakar. Bahkan mereka menggelar dagangan dengan kios semi permanen mengelilingi luar pasar.

Realisasi pembongkaran hanya membutuhkan waktu satu bulan. Begitu pembongkaran barang-barang bekas selesai, sejumlah warga sekitar mengambil sisa-sisa yang dianggap dapat difungsikan. Seperti batu bata, paving dan batako. Mereka mengambil barang-barang tersebut dengan linggis.

Salah seorang warga Betengan, Sugiarto mengaku ikut-ikutan mengambil batako untuk membangun dapur rumahnya. Menurut penuturannya, setelah rekanan selesai membongkar, barang-barang yang tersisa tak mungkin dimanfaatkan untuk pembangunan kembali pasar.

''Karenanya kami manfaatkan dari pada nanti tidak difungsikan,'' katanya.

Dengan alat seadanya, ia mengaku cukup kerepotan. Pasalnya, barang-barang tersebut masih melekat kuat dengan adukan bangunan lainnya. Sementara mereka hanya menginginkan pavingnya bukan lainnya.

Tahun Ini

Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM menuturkan, pembangunan kembali pasar tersebut akan direalisasikan tahun ini. Untuk itu sudah dialokasikan dalam APBD sebesar Rp 17,5 miliar yang terdiri dari bantuan pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Demak.

Sementara sebagian anggota DPRD berharap agar alokasi pembangunan pasar yang dari pemerintah cukup sebesar Rp 17,5 miliar. Kekurangan anggarannya dapat dipenuhi dengan cara melibatkan investor. Menurut Sekretaris Komisi C, Saeikul Hadi Sidiq, kebutuhan pembangunan pasar sebesar Rp 46 miliar merupakan jumlah yang sangat besar. Sementara sektor pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan mendesak bukan hanya membangun pasar, tetapi juga jalan, jembatan, sekolah dan lainnya.

''Oleh karena itu, ada baiknya melibatkan investor.''

Dalam pandangannya, untuk membangun Pasar Bintoro lebih baik dikerjakan dalam satu tahun, bukan tiga tahun dengan tiga tahapan. Ia khawatir, bangunan akan mangkrak jika dibangun tiga tahun. ''Itulah sebabnya perlu keterlibatan investor,'' katanya. (H1-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA