logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Lumbung di Desa Rawan Pangan Akan Dihidupkan

GROBOGAN- Pemkab berupaya menghidupkan kembali lumbung desa untuk menanggulangi rawan pangan saat musim paceklik. Lumbung yang akan dihidupkan ada di 14 desa dan tersebar di 12 kecamatan. Berfungsinya lumbung juga diharapkan membantu mewujudkan keberadaan desa mandiri pangan.

Kabag Ketahanan Pangan Ir M Hidayat melalui Kasubag Pengembangan Sarana dan Sumberdaya Suwondo SH mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermas) dan Kesbang Linmas untuk mewujudkan pendirian belasan lumbung pangan tersebut.

''Bagian Ketahanan Pangan akan melatih SDM warga. Sedangkan Dispermas yang membina dan mengelola,'' kata Suwondo di sela-sela Pelatihan Pengembangan Lumbung Pangan Desa di gedung Setda, belum lama ini.

Dia menjelaskan, secara fisik keberadaan lumbung sudah ada di beberapa desa. Hanya saja, kegiatan pengayaan cadangan pangan di lumbung-lumbung tersebut terhenti sejak beberapa waktu lalu.

Contohnya, lumbung desa secara fisik sudah ada di Desa Kluwan dan Jipang, Kecamatan Penawangan, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, dan Desa Jangkungharjo, Brati.

Di tempat lain, papar dia, ada pula kegiatan pengayaan cadangan pangan, meskipun lumbung belum dibangun. ''Misalnya, di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug. Meski belum punya lumbung, pengayaan pangan sudah dilakukan dengan cara peminjaman secara bergulir,'' katanya.

Warga akan mengumpulkan padi atau jagung pada musim panen yang kemudian dikelola oleh pengurus desa. Pada masa paceklik, warga diberi kemudahan meminjam cadangan pangan yang ada di lumbung.

Bergulir

Menurut pengurus lumbung pangan Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Jumari, bantuan pangan yang diberikan kepada masyarakat dilakukan secara bergulir. Warga diberikan kemudahan meminjam beras maksimal 20 kilogram saat musim paceklik.

Sebagai ganti, warga wajib mengembalikan begitu musim panen tiba. Mereka hanya diberi beban bunga Rp 300 per kilogram.

''Toleransi seperti ini sangat meringankan warga yang rata-rata bekerja sebagai petani. Program semacam itu sudah berlangsung lama,'' katanya. (hs-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA