logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Ibu Berduaan,Anak Jadi Kalap

SEMARANG- Seorang karyawan rumah makan di kawasan Simpanglima kalap setelah memergoki ibunya berduaan dengan seorang pria teman kerja bapaknya. Karyawan bernama Dony Cristianto (20) warga Jl Genuk Perbalan VIII RT 5 RW 5, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari itu, menghajar Suharyo Pranoto (50) warga Jl Tegalsari X RT 3 RW 7, Candisari, dengan potongan kayu hingga babak belur.

Kedua mata korban bengkak bahkan mata kirinya tak dapat digunakan melihat. Biibirnya juga robek dan kepalanya memar hingga mengeluarkan darah dan menjalani rawat inap di RS Roemani. Tak hanya itu, pelaku juga merusak sepeda motor korban, Honda GL 100 dengan batu. Pelaku menuduh Suharyo, petugas keamanan pabrik kayu di Kabupaten Kendal itu, selingkuh dengan ibunya, Ny Sri Sugiarti (46).

Akibatnya, Dony kini meringkuk di ruang tahanan usai diringkus petugas Unit Jatanras Powiltabes Semarang, Kamis (31/1) siang, saat istirahat di rumahnya. Kepada Kanit Jatanras AKP Wibowo Hutomo, pelaku mengungkapkan, dia tak mampu membendung emosi lantaran melihat ibunya bermesraan dengan korban di ruang tamu, Jumat (29/5) pukul 10:00.

"Saya jengkel karena teman ayah saya itu, datang beberapa kali ke rumah. Saya yakin dia selingkuh dengan ibu saya. Apalagi saya melihat mereka sedang pangku-pangkuan di ruang tamu. Siapa yang tidak jengkel, Pak," ungkapnya.

Dia sebenarnya sudah beberapa kali menegur Suharyo agar tidak menjalin hubungan dengan ibunya. Namun teguran itu tidak digubrisnya, hingga terjadilah penganiayaan itu.

Polisi yang mendapat laporan anak korban, Imran Rianto (30), segera melakukan penangkapan. Di kantor polisi, ibu anak itu dipertemukan. Sedangkan Suharyo belum bisa dimintai keterangan, lantaran masih tergolek di RS. Di hadapan polisi, Sri Sugiarti membantah tuduhan anaknya yang mengatakan dirinya berselingkuh dengan korban. (H21,D12-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA