logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 SEMARANG
Line

Sepuluh Menit, Karikatur Langsung Jadi

  • Oleh Fani Ayudea

"MAMA..., mama, adik mau digambar." Anak kecil itu merengek pada ibunya saat ia memasuki stan Suara Merdeka di Pameran Pesona Semarang 2007 di Museum Mandala Bhakti.

Sang ibu yang juga tertarik ingin digambar wajahnya, akhirnya mendaftarkan diri pada panitia. Setelah selama kurang lebih sepuluh menit menunggu antrian, tiba saatnya pengunjung dari Sampangan itu digambar oleh Hosie, salah satu kartunis Suara Merdeka Group. Tak kurang dari sepuluh menit, gambar ia dan anaknya sudah jadi. "Wah bagus ya...!" komentarnya.

Di stan koran ini, bukan hanya wajah yang bisa digambar gratis oleh para kartunis seperti Ibnu Thalhah, Joko Susilo, dan Gunawan Pranyoto. Tapi pengunjung bisa mencoba berbagai macam kegiatan menarik yang diselenggarakan.

Ada seni kaligrafi Mandarin, dimana pengunjung bisa minta dituliskan nama mereka dalam bentuk kaligrafi China. Tak kurang dari lima menit mereka bisa mendapat nama mereka yang ditorehkan di sehelai kertas menggunakan tinta khusus dari China.

Antrian pengunjung tak hanya di karikatur wajah dan kaligrafi Mandarin, deretan pengunjung tampak pula di depan kamar ramalan kartu tarot dan ramalan nomor handphone.

Kartu Jalan

Bersama Eko Kaff, pengunjung bisa diramal, apakah nomor Hp yang dimiliki cocok dengan kehidupan si pemilik. Eko (15), pengunjung dari Perumahan Sinar Waluyo berkata: "Wah saya harus ganti nomor ni. Nomornya nggak cocok dengan peruntungan saya."

Lain lagi dengan ramalan kartu tarot atau biasa disebut ''kartu jalan'' oleh Hisyam A Fachri, yang telah memecahkan rekor Muri, karena selama 12 jam nonstop meramal dengan tarot.

Rata-rata pengunjung yang minta dibaca nasibnya adalah orang dewasa. "Ini bukan semata-mata meramal. Tapi seni membaca pikiran," katanya.

Kartu tarot bisa membaca apa yang dirasakan seseorang. Bahkan melalui kartu ini, pengunjung mendapat solusi dari masalah yang sedang dihadapi. "Benar juga apa yang dikatakan kartu tarot. Kok bisa cocok ya?'' ujar Husna, seorang karyawati.

Ya, di stan Suara Merdeka ini pengunjung tak hanya dipuaskan dengan seni meramal maupun gambar dan kaligrafi. Selain itu mereka juga bisa mengasah otak melalui TTS Jumbo. TTS berukuran 4 x 6 meter ini terdiri atas 460 pertanyaan. Jumlah yang sama dengan hari ulang tahun kota Semarang tahun ini. Selain mengasah otak, dengan mengisi TTS ini pengunjung juga bisa beramal untuk rumah pintar.

"Setiap satu pertanyaan pengunjung harus membayar Rp 5.000. Bagi pengunjung yang bisa menjawab sepuluh pertanyaan sekaligus, mereka akan mendapat sebuah T-shirt gratis," kata Eri, Humas Suara Merdeka. (18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA