| Sabtu, 02 Juni 2007 | SEMARANG |
Tinjomoyo Jadi Taman Lalu LintasSEMARANG- Khawatir terbengkalai, Dinas Pariwisata Kota Semarang berinisiatif mengembangkan eks Bonbin Tinjomoyo sebagai taman lalu lintas. Taman baru itu, diharapkan mampu menjadi ruang publik baru yang bisa diakses oleh seluruh kalangan. ''Tinjomoyo itu, tempat wisata yang unik. Di dalamnya ada jembatan menghubungkan perkampungan sekaligus objek wisata. Jadi, sulit membedakan mana pengunjung dan warga kampung. Karena itu, dengan taman bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk siapapun,'' kata Agus Sudarmadji, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang. Dia mengungkapkan, Pemkot sebenarnya sudah mempunyai modal cukup berupa lahan dan paving. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan diperkirakan tidak terlalu besar. Untuk mengusahakan taman, lanjut dia, Dinas cuma membutuhkan aspal dan sejumlah sarana penunjang. Rencananya, pihaknya akan menawarkan pada sponsor bila usulan itu disetujui DPRD. Tempat Bersantai ''Bentuknya seperti Taman Lalu Lintas di Bandung. Selain untuk tempat bersantai, anak-anak juga bisa diperkenalkan rambu-rambu lalu lintas. Ada jalan, ada rambu-rambu, serta ada zebra cross. Untuk sarana pelengkap, bisa dilengkapi ATM, kios makanan cepat saji, dan POM bensin Pertamina. Semuanya bisa saja replika, bukan sungguhan,'' jelas dia. Dia menaksirkan, lokasi yang akan dimanfaatkan sebagai taman kemungkinan seluas 4.212 meter persegi. Untuk taman seluas itu, lintasan jalan dibutuhkan sekitar 300-400 meter. ''Itu sudah cukup untuk anak-anak menyaksikan semua lokasi. Soal dana, kami belum bisa menghitung nominal yang dibutuhkan,'' jelas dia. Sebelumnya, di lokasi yang sama sudah didirikan fasilitas wisata lain, pin ball. Objek yang dimanfaatkan untuk permainan perang-perangan itu letaknya bersebelahan dengan bakal lokasi Taman Lalu Lintas. (H12, H9-56) |