logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juni 2007 KEDU & DIY
Line

PB NU dan KPH Reboisasi 6,7 Ha Kawasan Dieng

MAGELANG - Dataran Tinggi Dieng dan beberapa kawasan lainnya di Kabupaten Wonosobo dalam kondisi kritis. Banyak lahan gundul yang bisa memincu tanah longsor dan banjir.

Untuk mengantisipasi berbagai ancaman tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) bekerja sama dengan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara mencanangkan Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup (GNKLH) di Wonosobo, baru-baru ini.

Ketua PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siraj juga menghadiri acara tersebut. Dia mengungkapkan, GNKLH dilaksanakan 400 Cabang NU se-Indonesia. Salah satunya Wonosobo. Tujuan program tersebut, memperbaiki hutan dan alam yang kondisinya semakin kritis.

"Kami telah menggelar pelatihan bagi warga nahdliyin dan masyarakat Dieng Wonosobo. Pelatihan itu merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama dengan Perhutani.

Diharapkan warga sadar lingkungan dan hutan kembali hijau tak ada lagi lahan kritis," katanya.

Menurutnya, kerja sama itu tak lepas dari hasil kesepakatan bersama beberapa waktu lalu yang dilakukan Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi dengan Direktur Utama Perum Perhutani Trastoto Handadhari.

Administratur KPH Kedu Utara, Joko Triciptono mengatakan, kawasan Dieng termasuk kategori merah yang artinya rentan banjir dan longsor. Terlebih lagi, setelah banyak lahan menjadi gundul.

Hutan yang akan direboisasi mencapai 6,7 hektare yang ada di Petak 9 Dieng, Wonosobo. (H33-72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA