| Sabtu, 02 Juni 2007 | KEDU & DIY |
Rumah Pendukung Kades Terpilih Dirusak MassaTEMANGGUNG-Rumah Muzaeni, warga Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Temanggung, yang merupakan pendukung Kepala Desa (Kades) terpilih, Muhjidin, dirusak massa yang diduga dari warga setempat. Sekitar 8 buah kaca daun jendela hancur berantakan. Perusakan itu dilakukan, karena warga kesal dengan Muzaeni, yang dinilai selama ini selalu membuat ulah dan mempengaruhi warga agar tidak memilih calon kades dari dusun setempat, Wahyudianto. Selain itu, Muzaeni juga mempengaruhi warga untuk memilih calon kades yang didukungnya (Muhjidin), yang berasal dari dusun lain. Rumah itu sendiri kemarin tampak sepi dan kosong. Muzaeni bersama dengan istri dan seorang anaknya diperkirakan mengungsi ke rumah saudaranya di desa lain, sedangkan satu anaknya lagi usai mecoblos langsung berangkat ke Yogyakarta, untuk kuliah. Menurut informasi dari warga sekitar rumah Muzaeni, perusakan itu terjadi pada Kamis (31/5) selepas waktu Magrib atau beberapa saat setelah penghitungan suara pilkades selesai. Massa yang berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor dari balai desa tempat dilakukan pemungutan suara, mendatangi rumah Muzaeni. "Saat itu terjadi kerumunan, hiruk pikuk, lalu terdengar bunyi kaca pecah. Sedangkan sejumlah perempuan yang menyaksikan kejadian itu dari dalam rumah, juga menjerit-jerit," kata salah seorang saksi mata warga setempat yang tidak mau menyebutkan namanya. Tatkala rumah tersebut dirusak massa, istri dan salah seorang anak Muzaeni berada di dalam rumah bagian tengah. Mereka selamat, dan kemudian dievakuasi oleh petugas keamanan desa bersama polisi dari rumah tersebut. "Sedangkan Muzaeni, saat itu belum pulang dari kepergiannya sejak pagi," tambahnya. Provokator Sementara itu, Pujiono, warga desa setempat yang merupakan pendukung dan tim sukses calan Kades Wahyudianto, mengaku, perusakan itu memang dilakukan oleh warga setempat yang mendukung Wahyudianto. Sebab, mereka kesal dengan polah tingkah Muzaeni, yang selama ini dinilai sebagai provokator yang menyebabkan perpecahan hubungan antarwarga Dusun Batursari. "Tidak hanya dalam pilkades, tetapi juga ketika pemilihan Sekdes dan Pemilu, dia selalu mengarahkan dan mempengaruhi warga agar memilih calon pilihan Muzaeni, yang sebetulnya bukan pilihan warga," tuturnya. Namun demikian, Pujiono mengungkapkan, persoalan perusakan ini telah selesai dan kedua belah pihak telah menyatakan damai. Ini terkait dengan kedatangan perwakilan keluarga Muzaeni ke rumah Wahyudianto yang memintakan maaf atas perilaku Muzaeni selama ini.(H24-39) |