| Sabtu, 02 Juni 2007 | INTERNASIONAL |
Pengungsi Berjalan 200 Km dari DarfurJENEWA - Ribuan pengungsi Darfur harus mengungsi dengan berjalan kaki sejauh 200 km karena kamp pengungsi digempur pesawat dan helikopter. Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa Jumat kemarin bergegas mengirim bantuan, terutama untuk ratusan anak-anak dan permepuan. Sedikitnya 1.500 pengungsi berjalan kaki menempuh rute yang berat. Namun, setiba di wilayah Republik Afrika Tengah, mereka masih harus berjuang untuk memperoleh tempat berlindung dan makanan. Pengungsi mengatakan, Kota Dafak, di Darfur selatan, diserang berulang kali oleh milisi janjaweed sejak 12 Mei hingga 18 Mei. Rumah-rumah mereka dibombardir. ''Saat mereka mengungsi pun gempuran udara makin menghebat,'' kata warga Darfur kepada Pagonis dari Badan Pengungsi PBB. ''Pengungsi menuturkan tidak akan kembali ke Darfur sebelum keamanan dipulihkan.'' Lebih dari 200.000 orang di Darfur tewas, sementara 2,5 juta jiwa kehilangan tempat tinggal sejak pertempuran pecah antara pemberontak Afrika dan milisi janjaweed propemerintah. Pasukan Uni Afrika berkekuatan 7.000 personel tidak mampu menghentikan pertempuran. Perjanjian damai yang ditandatangani tahun lalu juga tidak meredakan pertikaian. Tenda Darurat Menurut Pagonis, para pengungsi berjalan selama 10 hari untuk menyelamatkan diri dari Darfur. Dia mengatakan, Badan Pengungsi akan menyediakan 600 gulung plastik untuk tenda sementara bagi 3.000 pengungsi. Sementara itu, suplai makanan, air, dan sanitasi akan diatur kemudian. ''Setiap hari makin banyak pengungsi berdatangan di Republik Afrika Tengah,'' kata Pagonis. Saat ini, terdapat 10.000 pengungsi, sebagian besar berasal dari Sudan, Kongo dan Chad. Pagonis mengatakan, situasi di Kota Sam-Ouandjia, Afrika Tengah, juga memprihatinkan. Sebab, pemberontak dua kali menyerang kota itu dalam kurun waktu empat bulan ini. Pemberontak diduga kuat menyeberang dari markas mereka di Darfur. Republik Afrika Tengah juga didera penderitaan selama berpuluh-puluh tahun ini akibat revolusi militer, kudeta dan pemberontakan sejak merdeka dari Prancis pada 1960.(afp-gn-25) |