| Selasa, 22 Mei 2007 | INTERNASIONAL |
Tank Lebanon Gempur Sarang MilitanNAHR AL-BARED - Bentrokan senjata antara tentara Lebanon dan kelompok militan Fatah al-Islam berlanjut, kemarin. Sedikitnya 14 warga sipil tewas, sehingga jumlah korban jiwa akibat baku tembak selama dua hari mencapai 71 orang. Tank-tank Lebanon menggempur tempat-tempat persembunyian militan di kamp pengungsi Nahr al-Bared yang dihuni sekitar 40.000 pengungsi Palestina. Militan membalas dengan menembakkan senjata mesin dan granat, terutama ke pos-pos tentara Lebanon. Kelompok militan yang punya kaitan dengan Al-Qaedah itu memiliki ratusan anggota, namun mereka dilengkapi dengan senjata canggih dan terorganisasi rapi. Sumber-sumber Palestina di kamp Nahr al-Bared mengatakan, gempuran tank-tank militer Lebanon juga melukai sedikitnya 20 orang. Mereka memperkirakan jumlah korban tewas bakal bertambah. Sebab, petugas penyelamat masih kesulitan mengevakuasi seluruh korban karena baku tembak berlangsung sengit. Tentara Lebanon menutup seluruh akses ke kamp pengungsi tersebut. Asap mengepul dari beberapa bangunan. Jalan-jalan di kamp itu lengang. Curigai Suriah Bentrokan senjata di Nahr al-Bared itu dimulai sejak Minggu lalu. Aparat mengatakan, baku tembak tersebut menewaskan 27 serdadu Lebanon, 15 militan, dan 15 orang sipil. Itu merupakan baku tembak yang paling banyak memakan korban di Lebanon, sejak perang saudara berakhir pada 1990. Pemerintah Lebanon mencurigai Fatah al-Islam sebagai kepanjangan tangan dari Suriah untuk menggagalkan upaya PBB membentuk pengadilan internasional tentang kasus pembunuhan mantan perdana menteri Rafik al-Hariri. Namun Suriah membantah tuduhan itu. Juru bicara Organisasi Pembebasan Palestina Abbas Zaki mengatakan, kamp pengungsi itu seharusnya tidak menjadi pemicu perang saudara. Kamp Nahr al-Bared didirikan untuk menampung arus pengungsi Palestina menyusul perang Arab-Israel pada 1948.(rtr-ben-25) |