Di depan Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta Senin
lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan optimismenya, pertumbuhan
ekonomi bisa mencapai 7 persen pada tahun ini. Padahal Bank Indonesia hanya
berani mematok maksimal 6,5 persen. Itu pun perkiraan tertinggi karena
bisa jadi hanya akan mampu pada angka 5,5 persen. Apa dasar pernyataan
SBY? tentunya dengan asumsi dunia usaha bergerak dan sektor riil serta
investasi pun meningkat kembali. Bukan tidak mungkin asalkan janji pemerintah
untuk menghilangkan segala hambatan yang dapat mengurangi minat investasi
terealisasi
|
 |
Setelah lama dibujuk dan ditekan, Korea Utara akhirnya menyatakan bersedia
mengakhiri program nuklirnya. Sebagai imbalan, Pyongyang mendapatkan bantuan
ekonomi dan jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan sekutunya (Jepang
dan Korea Selatan). Namun perjalanan tidak berlangsung mulus. Washington
belum berhasil mencairkan aset Korut yang dibekukan oleh AS di sebuah bank
internasional pada puncak ketegangan isu nuklir. Para pe-mimpin Korut pun
marah. Jika dalam waktu dekat tidak juga dicairkan, bisa saja terjadi langkah
mundur dalam upaya meredakan ketegangan berkepanjangan di kawasan Asia
Timur.
|