SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 20 Maret 2007

Usulan pemerintah dalam draf Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilu mendapat banyak sorotan terkait dengan beberapa peraturan baru yang dirasakan bisa menjadi penghambat demokrasi dan kebebasan. Selain soal persyaratan pendidikan minimal S-1 untuk calon presiden dan calon legislatif, juga usulan mengenai peningkatan electoral threshold sebesar lima persen untuk pemilu 2004 dan kewajiban memiliki deposito Rp 5 miliar untuk persyaratan pembentukan partai baru, banyak mendapat kecaman tajam. Pertanyaannya, perlukah demokrasi diatur-atur seperti itu? Ataukah dibiarkan bebas sebebas-bebasnya?.

Hanya kerunyaman Irak dan bertambahnya beban persoalan bangsa Arab di Timur Tengah. Kesimpulan tersebut tidaklah berlebihan sebagai catatan empat tahun invasi Amerika Serikat dan sekutunya ke Negeri 1001 Malam itu. Tidak ada hasil nyata yang mencerahkan kecuali tumbangnya Saddam Hussein yang diikuti peradilan dan hukuman gantung bagi mantan penguasa Irak tersebut. Selebihnya adalah kekacauan demi kekacauan dalam aroma perang saudara yang nyaris tak berujung. Pertikaian para pengikut kelompok Suni dan Syiah terus berlangsung. Pemerintahan bentukan AS tak mampu meredakan ketegangan.

KORP Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam beberapa waktu terakhir ini mendapat sorotan berkait dengan kekerasan menggunakan senjata api (senpi). Bukan sesuatu yang lumrah, memang. Kurang dari tiga bulan, enam polisi tewas karena kasus penyalahgunaan senpi, dan beberapa orang lainnya juga menjadi korban.

TEWASNYA AKBP Drs Lilik Purwanto, Wakapolwiltabes Semarang sungguh tragis. Perwira menengah polisi itu ditembak oleh anak buahnya. Kejadian tersebut, menambah catatan hitam aksi main tembak polisi. Seminggu sebelumnya, di Bangkalan Briptu Rifai menembak istri, ibu mertua dan dua pria lainnya. Rifai menembak kepalanya sendiri.

BANYAK pihak menilai, pemerintah tak mampu berbuat banyak mengatasi penderitaan yang dialami bangsa Indonesia dewasa ini. Mulai dari kemiskinan, kebodohan, pengangguran, kemelut politik, konflik sosial, krisis ekonomi, bencana alam, hingga kecelakaan transportasi, semuanya menunjukkan kegagalan pemerintah mengemban tugas negara: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menciptakan keadilan sosial.

Peringatan!!! Dalam rangka Adipura semua warga Kota Pati wajib kerja bakti di lingkungannya setiap Hari Sabtu, jam 06.00 WIB. -Tim Adipura Kabupaten Pati.PERINGATAN di atas terpampang di sudut-sudut Kota Pati akhir-akhir ini. Meskipun bagi sebagian besar masyarakat Pati peringatan itu tidak menjadi persoalan, akan tetapi sebenarnya peringatan itu menyimpan persoalan besar. Pertama, kalimat dalam peringatan itu seakan bisa diberi kalimat penerus: jika penilaian Adipura sudah selesai,

SALAH satu kemuliaan suatu bangsa adalah karena budaya dan bahasa. Maka tidak ada salahnya bila tiap hari Kamis, para pegawai dan karyawan di instansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus menggunakan bahasa Jawa.

SAAT ini di Banjarnegara sedang musim durian. Setiap hari ribuan buah yang bernama latin Durio Zibethinl TS turun dari pohon untuk dijual kepada para penggemar si raja buah ini. Maklum sejak zaman dahulu ia telah menjadi buah yang paling populer dan digemari masyarakat karena rasanya yang enak.

Tanggal 20 Januari 2007 sekitar pukul 16.00, saya melintasi lampu merah pos kawasan Ungaran dekat sate Pak Kempleng. Waktu saya sampai di pabrik roti, dihentikan petugas dan karena tidak punya SIM, maka STNK-nya ditahan dengan alasan ban motor saya kecil.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA