SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 15 Desember 2006

- Fluktuasi harga beras di pasar masih sering terjadi dan inilah yang selalu menuntut kewaspadaan bersama khususnya pemerintah. Beras yang merupakan komoditas vital dan strategis tak boleh sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar sehingga ketika terjadi gejolak haruslah tetap diadakan langkah pengendalian seperti Operasi Pasar (OP) atau menambah stok. Kalau bisa tanpa harus melakukan impor seperti beberapa waktu yang lalu. Memang hal itu tak lagi mudah dilakukan karena seringkali permainan lebih banyak diatur oleh para pedagang besar. 

- Ada alur opini yang menarik tentang sikap elite dan masyarakat terhadap korupsi. Rilis survei Transperancy International Indonesia (TII) yang memosisikan legislatif pada peringkat pertama lembaga terkorup di Tanah Air ditanggapi defensif. Elite parlemen khawatir pemaparan tersebut ke publik hanya merupakan upaya delegitimasi. Hampir bersamaan, dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi(KP2KKN) Jawa Tengah menyampaikan hasil monitoringnya, yang menemukan kasus korupsi di provinsi ini naik 156 persen. 

Logis kemenangan Irwandi Yusuf ditafsirkan sebagai protes rakyat atas bobrok dan bejadnya pemerintah Aceh. Perolehan suara signifikan justru berpihak (diberikan) kepada Irwandi Yusuf yang eks-GAM, yang tak terkontaminasi korupsi. 

KETAHANAN pangan mungkinkah terwujud? Pertanyaan itu patut dimunculkan, mengingat kondisi bangsa saat ini belum lepas dari krisis dan faktor pendukung untuk mewujudkan hal itu tidak ada lagi. Apalagi ketahanan pangan dipahami sebagai kemampuan negara untuk menyediakan pangan bagi rakyatnya.

Ontran-ontran sekitar sutet (saluran utama tegangan ekstra tinggi) kian berkembang, bahkan ada yang demo dengan menyalakan testpen di dinding/genting rumah atau badan. Menyikapi hal ini, semua pihak perlu hati-hati, karena saya khawatir ada yang ingin menunggangi untuk berbuat kacau.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA