SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 15 Desember 2006

JAKARTA-Enam CEO (Chief Executive Officer) dari industri pasar modal, asuransi, perbankan dan multifinance dinobatkan sebagai Tokoh Finansial Indonesia (TFI) 2006.

JAKARTA-Sebanyak 5,31 persen saham pemerintah di PT PGN, kemarin dilepas dengan harga Rp 11.000 per lembar saham. Menteri Negara BUMN Sugiharto membenarkan penjualan saham PT PGN itu dan hingga kemarin prosesnya masih berlangsung.

SEMARANG-Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jateng berupaya mengejar percepatan sertifikasi tenaga terampil dan registrasi badan usaha jasa konstruksi sesuai Central Product Classification (CPC) sebelum awal Januari mendatang. Waktu dua pekan ini diharapkan mampu merangkul 4.368 anggota Gapensi yang hingga kini belum memiliki Surat Ketrampilan Tenaga Kerja (SKTK).

JAKARTA-Hingga akhir November 2006 terjadi defisit anggaran negara sebesar Rp 21,17 triliun atau mencapai 52,94 persen dari target yang ditetapkan dalam APBNP 2006 sebesar Rp 39,98 triliun. Data Direktorat Pengelolaan Kas Negara, Ditjen Perbendaharaan Depkeu yang diperoleh di Jakarta, Kamis, menyebutkan, realisasi penerimaan negara dan hibah mencapai Rp 507,00 triliun atau 76,92 persen dari target APBNP 2006 sebesar Rp 659,12 triliun. 

JAKARTA- Jangan berharap terlalu banyak dari operasi pasar (OP) beras yang dilakukan Bulog, karena sifatnya hanya mengatasi sementara kenaikan harga beras. Ibarat minum obat, jika sumber penyakitnya tidak diobati akan kambuh kembali. Hal itu dikatakan Dirut Perum Bulog, Widjanarko Puspoyo, usai OP murni yang digelar di Pasar Jembatan Lima , Jakarta Barat, Kamis (14/12). Menurut Widjan (panggilan Widjanarko Puspoyo-Red),

JAKARTA-Ditjen Bea dan Cukai Depkeu melakukan sosialisasi Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 2007. Ini sebagai konsekuensi dari Amandemen Harmonized Tarrif System ke-4 dan revisi ASEAN Harmonized Nomenclature (AHTN) untuk dasar sistem klasifikasi barang yang berlaku di Indonesia. Dirjen Bea Cukai Anwar Supriyadi di Jakarta, Kamis menjelaskan, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 35/1993, Indonesia menjadi contracting party Konvensi Harmonized System (HS) yang ditetapkan World Customs Organization (WCO). 

JAKARTA-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam akan memecat direksi bank BUMN jika tetap ''ngeyel'' menyimpan dananya di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Ancaman itu dilontarkan Wapres saat berpidato pada pembukaan rakernas DPP REI di Hotel Hilton, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12). Hadir dalam acara itu, antara lain Ketua Kadin MS Hidayat dan Dirut BTN Kodradi. "Kemarin kita rapat bank, rapat besar. Ukurannya kalau masih tidak mengeluarkan dana untuk sektor riil, Anda akan dapat suatu rapor dari pemerintah. Kalau anda simpan di SBI lagi, ukuran Anda, mau terus jadi dirut atau turun dari dirut," cetus Wapres yang disambut tepuk tangan hadirin.Wapres mengaku tak segan-segan merealisasikan ancamannya jika para direksi bank BUMN itu tidak mengikuti instruksinya. (dtc-33)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA